
ICC tetapkan pembukaan sidang terhadap mantan presiden Filipina Duterte pada 30 November 2026

Mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte terlihat di layar dalam ruang sidang di Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) di Den Haag, Belanda, pada 14 Maret 2025. (Xinhua/ICC)
Pembukaan persidangan terhadap mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte dijadwalkan pada 30 November 2026 oleh Mahkamah Pidana Internasional.
Den Haag, Belanda (Xinhua/Indonesia Window) – Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) pada Rabu (27/5) mengatakan bahwa pihaknya telah menjadwalkan pembukaan persidangan terhadap mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte pada 30 November 2026.
"Tanggal tersebut ditetapkan oleh Majelis setelah konferensi status mengenai perkara ini dan isu-isu lain yang berkaitan dengan persiapan persidangan," kata ICC dalam sebuah pernyataan.
Majelis Persidangan III ICC mempertimbangkan pengajuan dari pihak Penuntut, Pembela, dan perwakilan hukum lainnya, serta waktu yang diperlukan untuk pengungkapan bukti dan materi terkait.
ICC menambahkan bahwa sebelum persidangan dimulai, Majelis tersebut akan menangani seluruh persoalan yang masih tertunda dan menetapkan prosedur yang diperlukan guna memastikan jalannya proses persidangan yang adil dan cepat.
Pada 23 April, ICC mengonfirmasi seluruh tiga dakwaan "kejahatan terhadap kemanusiaan" terhadap Duterte dan melimpahkan kasusnya ke persidangan.
Duterte menjabat sebagai presiden Filipina dari 2016 hingga 2022. Dia ditangkap dan dipindahkan ke tahanan ICC pada Maret 2025 berdasarkan surat perintah penangkapan terkait kampanye antinarkobanya yang kontroversial, sebuah langkah yang telah dia gugat. Kehadiran pertamanya di hadapan pengadilan berlangsung pada 14 Maret 2025. Pada 28 November 2025, ICC menolak banding yang meminta pembebasannya dengan alasan usia lanjut dan kondisi kesehatan yang menurun.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kementerian Haji Saudi siapkan RUU baru untuk jamaah haji dalam negeri
Indonesia
•
21 Dec 2021

Presiden China serukan gencatan senjata di Gaza, tekankan solusi dua negara
Indonesia
•
25 Nov 2023

Kemenlu China: Praktik hegemonik AS adalah akar penyebab risiko keamanan
Indonesia
•
08 Jun 2023

Thailand akan pertimbangkan gencatan senjata "berdasarkan kondisi di lapangan yang sesuai"
Indonesia
•
27 Jul 2025


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
