
India resmi jual bahan bakar e85, kandungan etanolnya capai 85 persen

Ilustrasi. (Alex on Unsplash)
E85 merupakan bahan bakar campuran beretanol tinggi yang terdiri atas 80-85 persen etanol dan 14-19 persen bensin, yang secara khusus dirancang untuk digunakan pada kendaraan berbahan bakar fleksibel (flex-fuel vehicle/FFV).
New Delhi, India (Xinhua/Indonesia Window) – India pada Jumat (5/6) meluncurkan bahan bakar E85 sebagai upaya untuk mendorong pencampuran etanol.
Menteri Perminyakan dan Gas Alam India, Hardeep Singh Puri, meresmikan stasiun pengisian bahan bakar E85 pertama di negara itu di gerai Pusa Road milik Indian Oil di New Delhi, menandai dimulainya peluncuran komersial bahan bakar beretanol tinggi tersebut.
Tingkat pencampuran etanol dalam bahan bakar telah meningkat dari 1,53 persen pada 2014 menjadi 20 persen saat ini, dengan target itu tercapai lima tahun lebih cepat dari jadwal, ujar pejabat tersebut.
Menurut pihak kementerian, E85 merupakan bahan bakar campuran beretanol tinggi yang terdiri atas 80-85 persen etanol dan 14-19 persen bensin, yang secara khusus dirancang untuk digunakan pada kendaraan berbahan bakar fleksibel (flex-fuel vehicle/FFV).
Menurut kementerian tersebut, inisiatif itu bertujuan mendorong adopsi FFV, yang mampu beroperasi menggunakan campuran etanol mulai dari E20 hingga E100 tanpa membatasi konsumen pada satu jenis campuran bahan bakar tertentu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – ‘Demam durian’ di China meluas hingga ke makanan ringan, teh susu, bahkan ‘hotpot’
Indonesia
•
18 Jun 2024

Produsen minyak mentah lepas pantai terbesar di China cetak rekor output tahunan baru
Indonesia
•
14 Jan 2024

Muhammadyah jajaki kerja sama dengan Lulu Hypermarket
Indonesia
•
24 Dec 2022

Singapura dan SAR Hong Kong janjikan lebih banyak kerja sama perdagangan dan budaya
Indonesia
•
31 Jul 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
