
Indonesia-China tingkatkan kerja sama industri via RCEP

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Taufiek Bawazier menyambut kunjungan Komite Kerja Sama Industri Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) China dan sejumlah pelaku industri China di Jakarta pada 28 Mei 2024. (Xinhua/Kementerian Perindustrian RI)
Indonesia membutuhkan peran teknologi yang dapat membantu dalam pemrosesan bahan baku agar mendapatkan nilai tambah, sehingga mendorong perkembangan industri di Tanah Air.
Jakarta (Xinhua) – Indonesia dan China meningkatkan kerja sama ekonomi dan industri melalui koridor Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP), perjanjian perdagangan bebas antarnegara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan lima negara mitra, yang salah satunya adalah China.Dalam pertemuan dengan Ketua Komite Kerja Sama Industri (Industry Cooperation Committee/RICC) RCEP China Xiu Ningning dan sejumlah perwakilan pelaku usaha China di Jakarta pada pekan lalu, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menekankan perlunya peningkatan lebih lanjut terkait hubungan perdagangan dan investasi kedua negara.Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier, selaku perwakilan Menteri Perindustrian Republik Indonesia dalam pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dari sisi pasar dan bahan baku produksi."Dalam hal ini, Indonesia membutuhkan peran teknologi yang dapat membantu dalam pemrosesan bahan baku agar mendapatkan nilai tambah, hal itu sangat penting dalam mendorong perkembangan industri di Indonesia," ujar Taufiek, seperti dikutip dalam pernyataan resminya.Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) menawarkan kepada investor China agar berkecimpung ke sektor industri makanan dan minuman mengingat pemerintahan selanjutnya memiliki program utama makan bergizi gratis, yang tentu saja turut membutuhkan dukungan dari sisi teknologi. GAPMMI menyatakan sudah ada tiga perusahaan besar China yang berinvestasi di sektor tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Raja Salman sampaikan selamat Hari Kemerdekaan kepada Presiden Indonesia
Indonesia
•
16 Aug 2021

Menlu Retno: Asia Tenggara harus tetap bebas dari senjata nuklir
Indonesia
•
11 Jul 2023

Harapan kepada Ketua Mahkamah Agung terpilih M Syarifuddin
Indonesia
•
06 Apr 2020

Menlu terima penghargaan dari negara-negara Arab atas konsistensi dukung Palestina
Indonesia
•
11 Apr 2024


Berita Terbaru

China-Indonesia perkuat diplomasi parlemen, kerja sama substantif jadi sasaran
Indonesia
•
21 Sep 2026

Pemerintah siapkan produksi E20 dalam dua tahun, tebu jadi sumber etanol
Indonesia
•
20 Sep 2026

ADB setujui 11,51 triliun rupiah untuk indonesia, fokus pada fiskal, digitalisasi, dan layanan publik
Indonesia
•
19 Sep 2026

Kemnaker bekali penyandang disabilitas keterampilan membuat jus sehat
Indonesia
•
18 Sep 2026
