
Inflasi dan kenaikan suku bunga tekan pemulihan ekonomi Selandia Baru

Orang-orang berbelanja di sebuah pasar swalayan di Wellington, Selandia Baru, pada 18 Juli 2022. (Xinhua/Guo Lei)
Ekonomi Selandia Baru menghadapi kenaikan suku bunga yang memiliki efek paling cepat terhadap pasar perumahan, dengan angka penjualan rumah turun dan penurunan harga rumah.
Wellington, Selandia Baru (Xinhua) – Ekonomi Selandia Baru sedang berjuang melewati berbagai tantangan, terutama inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga, menurut laporan dari Institut Penelitian Ekonomi Selandia Baru.Tantangan-tantangan ini datang saat krisis tenaga kerja berkepanjangan masih melanda negara itu, dengan dampak pandemik COVID-19 yang masih terlihat jelas, terutama di sektor jasa. Faktor-faktor ini juga menekan pemulihan ekonomi, dengan tanda-tanda perlambatan aktivitas di banyak industri, kata Christina Leung, kepala ekonom di institut tersebut, pada Rabu (31/8)."Tekanan biaya bagi rumah tangga maupun bisnis masih intens, dan hal ini mendorong pesimisme," sebut Leung, seraya menambahkan bahwa bank sentral di seluruh dunia merespons lonjakan inflasi dengan menaikkan suku bunga dengan cepat."Meski ini memiliki efek peredam yang diharapkan terhadap permintaan, ada kekhawatiran bahwa aktivitas akan melambat hingga mendorong ekonomi ke dalam resesi," imbuhnya.
Seorang wanita membayar biaya parkir di sebuah jalan di Wellington, Selandia Baru, pada 22 April 2022. (Xinhua/Meng Tao)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

The Fed mulai siklus pelonggaran kebijakan moneter di tengah melemahnya pasar tenaga kerja
Indonesia
•
21 Sep 2024

Fokus Berita – 12 perusahaan energi Indonesia debut di Taiyuan, hampir 50 perusahaan China tertarik pasar RI
Indonesia
•
07 Sep 2026

Indonesia akan bangun pabrik metanol senilai 1,2 miliar dolar AS di Bojonegoro
Indonesia
•
13 Dec 2024

BI catat uang beredar Juni tumbuh 10,6 persen, jadi 7.888,6 triliun rupiah
Indonesia
•
22 Jul 2022


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
