
Fokus Berita – Investasi China di Indonesia tambah lowongan kerja

Foto yang diabadikan pada 23 September 2022 ini menunjukkan suasana kerja di Kawasan Industri Morowali Indonesia (IMIP). (Xinhua)
Investasi dari China di Indonesia mencakup berbagai sektor strategis seperti manufaktur, kendaraan energi baru (NEV), energi hijau, hingga teknologi digital.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Di tengah meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda pasar ketenagakerjaan Indonesia sejak tahun lalu dan berlanjut hingga awal 2025, pemerintah terus menggenjot penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan investasi, baik investasi yang bersumber dari dalam negeri maupun asing, termasuk dari China.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengungkapkan bahwa sepanjang 2024, sebanyak 257.471 peserta BPJS Ketenagakerjaan mengalami PHK. Sementara itu, pada kuartal pertama (Q1) 2025, yakni Januari hingga Maret, jumlah PHK di Tanah Air tercatat mencapai 73.992 kasus.Sebagai upaya untuk menanggulangi kondisi ini, pemerintah berfokus pada peningkatan penciptaan lapangan kerja melalui investasi. Target investasi untuk 2025 ditetapkan sebesar 1.905,6 triliun rupiah. Sampai Q1 tahun ini, realisasi investasi sudah mencapai 465,2 triliun rupiah, yang setara dengan 24,4 persen dari target.Pada 2024, realisasi investasi Indonesia tumbuh 20,8 persen dalam basis tahunan (year on year/yoy) mencapai 1.714,2 triliun rupiah. Angka ini melampaui target yang ditetapkan pemerintah, yaitu 1.650 triliun rupiah, dengan tingkat pencapaian sebesar 103,9 persen. Selain itu, investasi tersebut turut mendorong penciptaan lebih dari 2,4 juta lapangan kerja di berbagai sektor.Salah satu kontributor utama dalam arus investasi ke Indonesia adalah investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI), yang pada Q1 2025 tumbuh 12,7 persen (yoy) menjadi 230,4 triliun rupiah. Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia (RI) Rosan Roeslani menjelaskan bahwa Singapura menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai 4,6 miliar dolar AS, disusul oleh Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong di China sebesar 2,2 miliar dolar AS, China Daratan 1,8 miliar dolar AS, serta Malaysia dan Amerika Serikat masing-masing sebesar 1 miliar dolar AS.*1 dolar AS = 16.460 rupiahInvestasi dari China mencakup berbagai sektor strategis seperti manufaktur, kendaraan energi baru (NEV), energi hijau, hingga teknologi digital. Contohnya, Hongshi Holding Group berencana mengucurkan investasi senilai 5 miliar dolar AS secara bertahap untuk pengembangan kawasan industri yang memproduksi silikon, polisilikon (bahan baku panel surya), baterai, serta membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2 GW.Sementara itu, Jiangsu Xinfang Technology Group, produsen benang asal China, sedang membangun pabrik berorientasi ekspor di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Proyek tahap pertama bernilai 30 juta dolar AS, dan diproyeksikan menyerap ratusan tenaga kerja lokal.Di bidang NEV, salah satu investasi besar yang menonjol datang dari BYD Auto Industry Co., Ltd. BYD berinvestasi sebesar 16,3 triliun rupiah di Indonesia melalui pembangunan pabrik mobil listrik di area Fase 2 Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Fasilitas ini dibangun di atas lahan seluas lebih dari 108 hektare, menjadikannya salah satu kawasan industri otomotif terbesar di Indonesia.
BYD Group Indonesia meresmikan empat dealer perdana Denza yang berlokasi di Jakarta, Banten, dan Bali pada 10 Maret 2025. (Sumber: BYD Indonesia)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga minyak melonjak didorong meningkatnya ketegangan Rusia-Ukraina
Indonesia
•
12 Feb 2022

Asosiasi bisnis Meksiko sebut tarif AS terhadap Meksiko dan Kanada sebagai "langkah mundur"
Indonesia
•
06 Mar 2025

‘Throughput’ peti kemas via Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru tumbuh kuat pada 2022
Indonesia
•
09 Dec 2022

Majelis Umum PBB tetapkan 4 Desember sebagai Hari Internasional Menentang Tindakan Pemaksaan Sepihak
Indonesia
•
18 Jun 2025


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
