
Iran bantah lakukan negosiasi dengan AS, menyebutnya tidak bermakna dalam kondisi sekarang

Foto yang diabadikan pada 22 Maret 2026 ini memperlihatkan puing-puing sebuah bangunan yang rusak akibat serangan rudal di Arad, Israel. (Xinhua/Chen Junqing)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran pada Senin (23/3) membantah adanya negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), demikian dilansir IRNA, kantor berita resmi negara tersebut. Pernyataan itu menganulir klaim Presiden AS Donald Trump sebelumnya bahwa Washington telah mencapai "poin-poin kesepakatan penting" dengan Iran dan menjalin kontak dengan "seorang tokoh penting."
Sejumlah negara bersahabat baru-baru ini mengirimkan pesan kepada Iran yang menunjukkan keinginan Washington untuk memulai pembicaraan guna mengakhiri perang, tetapi Iran masih belum memberikan tanggapan, menurut laporan IRNA yang mengutip Esmaeil Baghaei, juru bicara (jubir) Kemenlu Iran.
Baghaei menyebutkan bahwa posisi Teheran terkait Selat Hormuz, serta syarat-syarat mereka untuk mengakhiri perang, tetap tidak berubah, papar laporan IRNA.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga membantah klaim tersebut melalui platform media sosial X, mengatakan "tidak ada negosiasi yang telah dilakukan" dengan Washington.
Sementara itu, sejumlah laporan media mengutip pernyataan Ebrahim Rezaei, jubir Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, yang menyebut bahwa perundingan dengan AS tidak bermakna dalam kondisi saat ini.
Sebelumnya pada Senin, Trump menyatakan dirinya telah memerintahkan penundaan selama lima hari atas rencana serangan terhadap pembangkit listrik dan fasilitas energi Iran, mengutip apa yang dia sebut sebagai "percakapan yang sangat baik dan produktif" dalam dua hari terakhir yang ditujukan untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Reuters, mengutip pernyataan pejabat Israel, kemudian melaporkan bahwa AS sedang melakukan negosiasi dengan Ghalibaf, dan bahwa kedua pihak kemungkinan akan menggelar perundingan di Islamabad, Pakistan, paling cepat pada pekan ini.
Berbagai perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Iran beserta sekutu regionalnya dengan melancarkan serangan terhadap aset-aset Israel dan AS di seluruh Timur Tengah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tanggapi resolusi IAEA, Iran perintahkan aktivasi peranti sentrifugal ‘canggih’
Indonesia
•
24 Nov 2024

Menteri ekstrem kanan Israel lakukan kunjungan provokatif ke kompleks Masjid Al-Aqsa
Indonesia
•
14 Aug 2024

Kembalinya Hagia Sophia sebagai masjid
Indonesia
•
13 Jul 2020

Menlu Iran peringatkan AS agar tidak biarkan Netanyahu "membunuh diplomasi"
Indonesia
•
10 Apr 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
