
Iran mitra penting bagi Indonesia

Menteri Kesehatan RI Budi Gunawan Sadikin pada kesempatan Peringatan 44 Tahun Kemenangan Revolusi Islam Iran, di Jakarta, Jumat malam (10/2/2023). (Indonesia Window)
Kenyataan bahwa Iran merupakan mitra penting bagi Indonesia terjadi bahkan setelah pandemi global seperti yang disaksikan tidak hanya dalam hubungan antar pemerintah yang kokoh, tetapi juga antar bisnis dan yang paling penting adalah hubungan di tingkat masyarakat.
Jakarta (Indonesia Window) – Iran merupakan mitra penting bagi Indonesia karena setelah lebih dari 72 tahun, hubungan bilateral terus tumbuh lebih erat dan kuat, kata Menteri Kesehatan RI, Budi Gunawan Sadikin.Kenyataan bahwa Iran merupakan mitra penting bagi Indonesia terjadi bahkan setelah pandemi global seperti yang disaksikan tidak hanya dalam hubungan antar pemerintah yang kokoh, tetapi juga antar bisnis dan yang paling penting adalah hubungan di tingkat masyarakat, kata Menteri Budi Gunadi pada acara HUT ke-44 Kemenangan Revolusi Islam Iran, pada Jumat malam (10//2).Penandatanganan perjanjian perdagangan preferensial Indonesia-Iran sudah dekat dan akan meningkatkan arus perdagangan antara kedua negara, kata Budi yang yakin bahwa ada banyak bidang kerja sama yang dapat dijajaki untuk meningkatkan perdagangan bilateral.“Saya sangat senang dengan dua kerja sama yang sedang berlangsung dengan mitra kami, Iran, di sektor kesehatan. Yang pertama adalah di bidang telemedicine. Proyek ini sedang dilaksanakan di institusi kesehatan negara kami di empat provinsi di Indonesia,” ungkapnya.Menurut Budi, kerja sama tersebut sangat relevan bagi negara kepulauan seperti Indonesia, dengan harapan hal itu dapat memperluas penggunaan teknologi kesehatan ke provinsi lain di Indonesia.Menteri juga berharap kerja sama tersebut dapat memperluas kerja sama bilateral tidak hanya di segi investasi tetapi juga dalam bidang manufaktur lokal, tidak hanya untuk domestik tetapi juga untuk pasar regional maupun global.Yang kedua adalah mengenai robotic tele-surgery center, sebuah proyek multi-stakeholder di bawah Kementerian Kesehatan Indonesia yang melibatkan RSUP Dr. Hasan Sadikin di Bandung dan RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta, serta rumah sakit swasta lainnya.Proyek ini adalah bagian dari program transformasi sistem Kementerian Kesehatan, katanya seraya menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bukti kekuatan teknologi Iran yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia.“Potensi kerja sama produksi bersama dan transfer teknologi di bidang farmasi dan alat kesehatan tentunya akan mendukung tujuan kami dalam memajukan konten dan produksi lokal,” jelasnya.Menteri mengatakan, Indonesia dan Iran berada pada level persahabatan sehingga mereka dapat secara terbuka dan jujur membahas isu-isu sensitif melalui beberapa mekanisme bilateral di forum-forum seperti dialog bilateral tentang hak asasi manusia dan dialog bilateral tentang perempuan dan anak-anak“Kami berharap dapat melanjutkan hubungan kerja sama ini dan memperluas kerja sama di seluruh sektor,” kata menteri.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden harapkan pandemik percepat pengembangan ekonomi digital
Indonesia
•
19 Nov 2020

Impor sayuran dari China meningkat pada periode jelang Idul Fitri 2024
Indonesia
•
23 Apr 2024

Investor nikel asal China raih penghargaan untuk program ESG Indonesia
Indonesia
•
29 Jul 2024

Nominasi penghargaan Raja Faisal dibuka, sambut nominasi 2025
Indonesia
•
02 Sep 2023


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
