
Iran siap lanjutkan serangan rudal terhadap AS dan Israel

Warga menghadiri pertemuan untuk menyatakan sumpah setia kepada pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, pada 9 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)
Iran sangat siap untuk terus melanjutkan serangan rudal terhadap Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat selama diperlukan.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan negaranya sangat siap untuk terus melanjutkan serangan rudal terhadap Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Asia Barat selama diperlukan.
Dalam wawancara dengan media AS, PBS News, yang disiarkan pada Selasa (10/3), Araghchi mengatakan serangan AS dan Israel terhadap fasilitas-fasilitas rudal Iran gagal menghentikan serangan balasan Iran, seraya menegaskan bahwa Iran akan terus melakukannya "selama diperlukan dan selama yang dibutuhkan."
Dia mengatakan AS dan Israel tidak memiliki "strategi akhir yang realistis," katanya, seraya menambahkan, "Mereka baru saja mulai menyerang kami secara membabi buta dan menargetkan kawasan permukiman, rumah sakit, sekolah, serta infrastruktur, yang merupakan langkah yang sangat berbahaya."
Mengomentari pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, Araghchi mengatakan hal itu menunjukkan kontinuitas kebijakan Iran yang anti-AS dan anti-Israel serta stabilitas negaranya.
Melanjutkan kembali perundingan dengan AS bukanlah pilihan, katanya, dengan menyebut "segala pengalaman pahit berunding dengan pihak Amerika," serta mengungkapkan dirinya tidak merasa hal itu "akan menjadi bagian dari agenda kami lagi."
Araghchi mengaitkan kenaikan harga energi global dengan perlambatan atau penghentian produksi dan transportasi minyak regional akibat "agresi" AS-Israel terhadap Iran, seraya mengatakan Iran "tidak menutup Selat Hormuz" dan "tidak menghalangi navigasi melintasi selat tersebut."
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota lain di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran merespons dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset-aset AS di Timur Tengah.
Dampak regional yang lebih luas dari konflik ini menimbulkan kekhawatiran mengenai gangguan terhadap ekspor minyak dan pasar energi global, terutama karena risiko bagi pelayaran yang melintasi Selat Hormuz.
Pernyataan Araghchi tersebut disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump pada Senin (9/3) mengatakan serangan militer AS-Israel terhadap Iran akan "segera" berakhir.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel perdalam kendali atas Tepi Barat dengan perluas permukiman ilegal
Indonesia
•
09 Feb 2026

PM Palestina tolak rencana pengungsian warga Gaza "dengan kedok bantuan"
Indonesia
•
14 Nov 2023

Lima negara terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB
Indonesia
•
04 Jun 2026

Sekjen PBB serukan dialog untuk selesaikan krisis di Sudan
Indonesia
•
19 Apr 2023


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
