
Israel gencarkan operasi militer di Tepi Barat, 80 warga Palestina ditangkap

Foto yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 6 Mei 2026 ini menunjukkan berbagai bangunan di sebuah permukiman ilegal Yahudi di Sanur, Tepi Barat. (Xinhua/Gil Cohen Magen)
Ramallah, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Militer Israel melancarkan operasi penangkapan besar-besaran di Tepi Barat mulai Jumat (24/7) malam hingga Sabtu (25/7) pagi waktu setempat, dengan menahan sedikitnya 80 warga Palestina, kurang dari sehari setelah empat warga Palestina dan seorang warga Israel tewas dalam bentrokan di Kota Tell, sebelah selatan Nablus.
Dalam sebuah pernyataan pers, lembaga swadaya masyarakat (LSM) Palestinian Prisoners Club menyatakan pihak-pihak yang menjadi sasaran dalam operasi tersebut mencakup para mantan tahanan, seraya menambahkan bahwa sebagian besar penangkapan baru-baru ini dilakukan sebagai respons atas tindakan warga Palestina yang melawan serangan para pemukim dan berupaya melindungi kota serta tanah mereka.
Lebih dari 3.600 warga Palestina di Tepi Barat telah ditangkap sepanjang tahun ini, kata organisasi tersebut.
Sebagai respons atas bentrokan yang terjadi pada Jumat, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengumumkan sejumlah langkah dalam sebuah pernyataan bersama, antara lain meningkatkan intensitas operasi militer, mendirikan lebih banyak pos pemeriksaan di Tepi Barat, dan membangun kawasan pertanian baru.
Sementara itu, Gubernur Nablus Ghassan Daghlas menyebutkan bahwa militer Israel terus menutup seluruh akses masuk ke kota tersebut dan mengepungnya, sehingga menyebabkan ribuan warga Palestina tidak dapat kembali ke rumah mereka di bagian utara Tepi Barat.
"Kelompok ekstremis Israel telah memulai kampanye pemilihan umum (pemilu) mereka dengan mengorbankan warga Palestina," ujarnya memperingatkan, merujuk pada pemilu parlemen Israel, Knesset, yang akan digelar pada 27 Oktober mendatang.
Ahmed Rafiq Awad, seorang profesor ilmu politik di Universitas Al-Quds, mengatakan kepada Xinhua bahwa beberapa bulan ke depan akan "berbahaya karena adanya pemilu," seraya menambahkan bahwa pemerintah Israel saat ini "melindungi sekaligus menyokong para pemukim, baik secara finansial maupun militer."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Joe Biden dilantik sebagai Presiden AS ke-46
Indonesia
•
21 Jan 2021

Israel tutup perlintasan perbatasan dengan Yordania pascaserangan penembakan
Indonesia
•
10 Sep 2024

China konfirmasi masuknya benda udara sipil ke wilayah udara AS secara tak sengaja
Indonesia
•
04 Feb 2023

UE umumkan denda 700 juta euro untuk raksasa teknologi AS Apple dan Meta
Indonesia
•
24 Apr 2025


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
