
Produsen benang rajut China bangun pabrik di Jawa Barat dengan investasi Rp500 miliar

Jiangsu Xinfang Technology Group asal China melakukan proses peletakan batu pertama pabrik benang di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, pada Rabu (30/4). (Xinhua/Pengelola Kawasan Industri Subang Smartpolitan)
Jiangsu Xinfang Technology Group, produsen benang asal China, membangun pabrik baru berorientasi ekspor di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Pabrik tersebut dibangun dengan nilai investasi tahap pertama sebesar 30 juta dolar AS atau sekitar 500 miliar rupiah dan akan membuka ratusan lapangan kerja baru.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Jiangsu Xinfang Technology Group, produsen benang asal China, membangun pabrik baru berorientasi ekspor di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Pabrik tersebut dibangun dengan nilai investasi tahap pertama sebesar 30 juta dolar AS atau sekitar 500 miliar rupiah dan akan membuka ratusan lapangan kerja baru.Seremoni peletakan batu pertama telah berlangsung pada Rabu (30/4), yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi (Kemeninves) Republik Indonesia."Kami berharap investasi ini akan menjadi model bagi investasi asing lainnya yang tidak hanya membawa modal tetapi juga pengetahuan, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan serta sosial," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil di Kementerian Perindustrian, Sri Bimo Pratomo, dalam pidatonya.Pembangunan fase pertama akan rampung pada akhir tahun ini di lahan seluas empat hektare dan direncanakan memulai produksi penuh pada Februari tahun depan. Perusahaan itu akan melanjutkan pembangunan fase kedua dan ketiga dengan nilai investasi diperkirakan mencapai tiga kali lebih besar dari fase pertama.Fasilitas produksi ini nantinya akan menghasilkan berbagai jenis benang rajut yang menggunakan material dasar benang alami yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Seluruh hasil produksi akan diekspor langsung ke negara-negara di Asia Tenggara, meliputi Vietnam, Thailand, termasuk China dan negara lain yang memerlukan produk tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga minyak melonjak karena AS larang impor minyak mentah Rusia
Indonesia
•
09 Mar 2022

Perdagangan luar negeri Xinjiang naik hampir 60 persen dalam 11 bulan pertama 2022
Indonesia
•
16 Dec 2022

Sektor perpajakan China tembus 4 triliun yuan pada 2022
Indonesia
•
01 Feb 2023

Nilai pasar AI China diperkirakan tembus 26 miliar dolar AS pada 2026
Indonesia
•
10 Apr 2023


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
