
Indonesia-China perkuat kerja sama pengembangan produk halal

Pusat Industri Halal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Food and Drug Corporation Quality and Safety Promotion Association (FDSA) China menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kerja sama pengembangan industri halal dalam ajang Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2025 di Jakarta pada 26 September 2025. (Sumber:Istimewa)
Jumlah industri halal di Indonesia mencapai lebih dari 140.000 perusahaan, dengan total produk terverifikasi halal telah mencapai lebih dari 580.000 produk.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Indonesia dan China terus memperkuat kerja sama pengembangan industri halal domestik, salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Pusat Industri Halal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia dengan Food and Drug Corporation Quality and Safety Promotion Association (FDSA) China pada akhir pekan lalu."Kolaborasi antara Indonesia dan China ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran industri halal Indonesia di pasar global," kata Kepala Pusat Industri Halal Kris Sasono Ngudi Wibowo dalam keterangan resminya.Kemenperin melihat pasar produk halal global memiliki potensi yang besar, dengan nilai ekonomi dari enam sektor utama ekonomi syariah mencapai 2,3 triliun dolar AS pada 2023, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 3,3 triliun dolar AS pada 2028.*1 dolar AS = 16.680 rupiahHingga kuartal kedua tahun ini, jumlah industri halal di Indonesia mencapai lebih dari 140.000 perusahaan, dengan total produk terverifikasi halal telah mencapai lebih dari 580.000 produk. Kemenperin mencatat total nilai investasi ke sektor industri halal Indonesia mencapai 1,6 miliar dolar AS sepanjang periode 2023-2024.Kerja sama antara Pusat Industri Halal Kemenperin dan FDSA China mencakup berbagai bidang yang meliputi pengembangan industri halal, investasi, peningkatan kapasitas, kajian bersama dan inovasi, serta promosi dan pemfasilitasan untuk industri halal. Kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendorong penguatan industri halal melalui pelaksanaan proyek bersama, kemitraan, program pelatihan, studi kolaboratif dan pengembangan, hingga kerja sama bisnis di kalangan pelaku industri halal dari kedua negara.Kemenperin berharap kerja sama ini juga akan membuka akses bagi pelaku industri halal dalam negeri ke pasar China yang memiliki cukup banyak konsumen Muslim. Sebagai informasi, FDSA merupakan asosiasi yang berfokus pada pengawasan kualitas dan manajemen keselamatan pangan, farmasi, kosmetik, alat kesehatan, dan produk terkait lainnya di China.Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia sebelumnya mengatakan bahwa sejumlah perusahaan China di sektor kosmetik dan farmasi berminat menanamkan modal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sidoarjo di Provinsi Jawa Timur, yang rencananya akan menjadi KEK halal pertama di Indonesia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Komite OPEC+ rekomendasikan untuk tetap patuhi kebijakan produksi minyak
Indonesia
•
02 Feb 2023

Swedia akan hadapi lonjakan harga listrik pada musim dingin 2023
Indonesia
•
04 Jul 2023

Indonesia-China perkuat kerja sama pengembangan produk halal
Indonesia
•
01 Oct 2025

Laporan sebut ada penurunan turis Eropa yang pilih AS sebagai tujuan wisata musim panas
Indonesia
•
26 May 2025


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
