
Muslim mayoritas tapi minim pengusaha, pebisnis serukan “jihad ekonomi”

CEO dan pendiri grup bisnis, Madinah Group Indonesia, Deni Darmawan, menyampaikan materi motivasi pada acara Kopi Darat (Kopdar) Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Korwil Bogor, di Bogor, Sabtu (30/8/2025). (Indonesia Window)
Jumlah pengusaha Muslim di Indonesia yang saat ini masih sangat kecil, berkebalikan dengan sejarah yang mencatat Islam masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Indonesia memiliki lebih dari 280 juta jiwa penduduk, dengan sekitar 80 persen di antaranya adalah kaum Muslimin.“Namun, jumlah Muslim yang menjadi pengusaha masih sangat kecil, yakni tidak lebih dari 4 persen. Angka itu jauh tertinggal dibandingkan negara-negara maju yang memiliki 10–12 persen pengusaha dari total populasi,” ungkap CEO dan pendiri grup bisnis, Madinah Group Indonesia, Deni Darmawan, saat menyampaikan materi motivasi berjudul 'Mahabbah Marketing Mindset' pada acara Kopi Darat (Kopdar) Bisnis Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Korwil Bogor, di Bogor, Sabtu (30/8).Menurut dia, jumlah pengusaha Muslim di Indonesia yang saat ini masih sangat kecil, berkebalikan dengan sejarah yang mencatat Islam masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan.“Orientasi sebagian besar masyarakat Indonesia justru condong menjadi pegawai negeri atau karyawan. Sementara itu, hampir 58 persen perekonomian nasional dikuasai oleh konglomerasi besar, baik di sektor formal maupun informal,” ujar Deni, seraya menambahkan, akibatnya, Indonesia kerap hanya menjadi target pasar ekonomi global, serta terjebak menjadi konsumen, penonton, bahkan captive market (pasar yang mudah dikuasai).“Karena itu, Umat Islam harus didorong untuk melakukan ‘jihad ekonomi’ melalui peningkatan pengetahuan dan pembinaan,” seru Deni.Jihad berasal dari bahasa Arab yang berarti ‘berjuang atau berusaha keras’. Dalam konteks Islam, jihad memiliki makna yang luas dan tidak selalu identik dengan kekerasan atau perang, tetapi lebih umum dipahami sebagai upaya yang giat dan sungguh-sungguh untuk meraih kebaikan di jalan Allah (ﷻ).Dalam kesempatan itu, Deni yang memiliki beberapa bidang usaha tersebut memaparkan beberapa langkah kunci dalam membangun dan menguatkan bisnis, sehingga bisa tumbuh dan berkembang, serta berkelanjutan.“Ada empat hal yang perlu diperbaiki dalam dunia usaha, yakni kualitas produk, pelayanan dan kepuasan pelanggan, kemampuan manajemen, serta akhlak bisnis,” tuturnya.Deni menunjukkan data yang menyebutkan bahwa 60 persen pelanggan meninggalkan pengusaha atau pedagang bukan karena harga produk yang tidak kompetitif, melainkan karena buruknya layanan.“Hubungan baik dengan pelanggan menjadi kunci utama. Harga hanyalah faktor sekunder,” tegasnya.Agar tidak sekadar menjadi konsumen, kata Deni, Umat Islam harus membangun ekosistem bisnis dengan orientasi pada kepuasan pelanggan, bukan hanya keuntungan.“Digital marketing perlu dimanfaatkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, dan setiap transaksi muamalah harus dijaga agar tidak menimbulkan kekecewaan bagi pelanggan,” tutur Deni.Teladan Rasulullah (ﷺ) yang mengedepankan budi pekerti dan akhlak mulia dalam berdagang harus dijadikan dasar. Dengan begitu, kata Deni, Umat Islam tidak hanya bisa bersaing di pasar domestik, tetapi juga mampu berkontribusi di panggung ekonomi halal dunia.Acara Kopdar Bisnis KPMI Korwil Bogor dihadiri oleh puluhan pengusaha Muslim dari wilayah Bogor dan sekitarnya. Mereka bergerak di berbagai bidang usaha, seperti makanan dan minuman, produk herbal dan kecantikan, jasa perizinan dan legalitas usaha, jual beli dan jasa perbaikan laptop dan telepon seluler, serta jasa media sosial dan media massa.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

BI: Transaksi ‘e-commerce’ capai 530 triliun rupiah pada 2022
Indonesia
•
11 Dec 2021

Bauran kebijakan jaga stabilitas ekonomi Indonesia
Indonesia
•
11 Oct 2019

China dorong transportasi ramah lingkungan lewat percepatan infrastruktur pengisian daya
Indonesia
•
19 Jul 2023

BI targetkan 60 juta UMKM terhubung platform digital dalam tiga tahun
Indonesia
•
14 Aug 2021


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
