UNICEF dukung kampanye lingkungan makanan yang lebih sehat di Asia-Pasifik

Para partisipan kampanye 'Fix My Food', yang didukung UNICEF, berpose dalam sesi foto bersama di Bangkok, Thailand, pada 27 Februari 2023. (Xinhua/UNICEF China)
Kampanye makanan sehat yang didukung oleh Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di Bangkok, Thailand, pada pekan ini, bertujuan mempromosikan kebutuhan akan lingkungan makanan yang lebih sehat di Asia-Pasifik.
Bangkok, Thailand (Xinhua) – Para pemuda dan pesohor dari delapan negara berpartisipasi dalam sebuah kampanye yang didukung oleh Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di Bangkok pada pekan ini, untuk mempromosikan kebutuhan akan lingkungan makanan yang lebih sehat di Asia-Pasifik.Kampanye makanan sehat bertajuk ‘Fix My Food’ itu merupakan lokakarya kolaboratif selama dua hari untuk mengumpulkan ide serta mengidentifikasi mitra-mitra potensial guna membantu peluncuran kampanye tersebut di negara mereka masing-masing.Diet makanan segar tradisional yang sehat digantikan oleh makanan dan minuman cepat saji olahan tinggi dan tidak sehat, "yang mengakibatkan buruknya pola makan dan berdampak sangat buruk pada kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di kawasan tersebut," ujar Roland Kupka, penasihat gizi regional untuk kantor UNICEF Asia Timur dan Pasifik, kepada Xinhua pada Senin (27/2).Lebih dari satu dari tiga remaja di kawasan itu mengonsumsi sedikitnya satu minuman berpemanis per hari, sementara lebih dari setengah di antaranya mengonsumsi makanan cepat saji sekali atau lebih dalam sepekan, dan kurang dari setengahnya mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang cukup setiap hari, papar UNICEF.UNICEF menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah dan mitra untuk memperkenalkan beragam kebijakan dan legislasi guna membendung peningkatan penjualan dan pemasaran makanan dan minuman tidak sehat di kawasan tersebut.China, yang menjalin kerja sama erat dengan UNICEF, mengambil peran aktif dalam isu anak dan makanan, ujar Kepala Komunikasi dan Advokasi UNICEF China Lely Djuhari. "Kami menyadari bahwa kemajuan telah dicatat dalam pemenuhan hak anak di China dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan nutrisi anak."
Meng Qianshan (tengah), seorang tenaga pendidik gizi dari Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, turut serta dalam kampanye "Fix My Food", yang didukung UNICEF, di Bangkok, Thailand, pada 27 Februari 2023. (Xinhua/UNICEF China)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Tunisia bantu tingkatkan kompetensi penerjemah Bahasa Arab
Indonesia
•
21 Nov 2019

AS kekurangan data ras dan etnis untuk lacak rasisme sistemik
Indonesia
•
11 Oct 2022

Terowongan peninggalan Belanda ditemukan di Klaten, Jateng
Indonesia
•
08 Sep 2021

COVID-19 – Satu dari 100 lansia di AS meninggal karena infeksi
Indonesia
•
14 Dec 2021
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026
