
Kanada akan panggil dubes Israel terkait video yang hina aktivis armada bantuan Gaza

Foto tak bertanggal ini menunjukkan beberapa kapal yang tergabung dalam konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla tujuan Gaza. (Global Sumud Flotilla)
Seluruh kapal dalam konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat setelah kapal-kapal angkatan laut Israel mengepung mereka di perairan internasional, sekitar 250 mil laut (463 kilometer) dari pantai Gaza, dengan 428 aktivis telah diculik oleh Israel.
Ottawa, Kanada (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Kanada Anita Anand pada Rabu (20/5) mengatakan Kanada akan memanggil duta besar (dubes) Israel, mengecam tindakan pihak Israel yang menghina para aktivis yang ditahan dari kapal Global Sumud Flotilla tujuan Gaza.
Anand menyampaikan pernyataan tersebut sebagai respons terhadap sebuah video unggahan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan puluhan aktivis yang ditahan sedang dihina dalam posisi berlutut dengan tangan terikat di belakang dan kepala menyentuh lantai.
"Ini masalah yang kami tangani dengan sangat, sangat serius. Ini menyangkut perlakuan manusiawi terhadap warga sipil, dan saya dapat memastikan kepada Anda bahwa kami bertindak dengan urgensi penuh," ujar Anand, seraya menyebut perilaku tersebut "sangat meresahkan dan sama sekali tidak dapat diterima."
Pihak penyelenggara Global Sumud Flotilla menyebutkan di situs jejaring mereka bahwa seluruh kapal dalam konvoi kemanusiaan mereka dicegat setelah kapal-kapal angkatan laut Israel mengepung mereka di perairan internasional, sekitar 250 mil laut (463 kilometer) dari pantai Gaza. Mereka juga mengatakan bahwa sebanyak 428 aktivis telah diculik oleh Israel.
Menurut sejumlah laporan media Kanada, 12 relawan kemanusiaan asal Kanada termasuk di antara aktivis yang ditahan oleh militer Israel. Saat kejadian, konvoi kapal tersebut sedang mengangkut pasokan bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza.
Beberapa warga Kanada yang ditahan melakukan aksi mogok makan selama masa penahanan mereka untuk menarik perhatian internasional terhadap penderitaan kemanusiaan katastropik yang dihadapi warga sipil di Gaza, ungkap laporan-laporan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

12 negara Uni Eropa terdampak pemotongan gas Rusia
Indonesia
•
23 Jun 2022

Ketegangan regional meningkat, Houthi isyaratkan kesiapan untuk lancarkan aksi militer lanjutan
Indonesia
•
30 Mar 2026

Diriyah diharapkan jadi situs budaya terbesar dunia
Indonesia
•
20 Nov 2019

Putin: Rusia bisa pasok 50 juta ton biji-bijian ke pasar global tahun ini
Indonesia
•
25 Jun 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
