
Kanker, penyakit jantung, dan pneumonia jadi 3 penyebab kematian utama di Korsel pada 2024

Orang-orang berjalan di bawah pohon bunga sakura di Taman Yeouido, Seoul, Korea Selatan, pada 11 April 2025. (Xinhua/Jun Hyosang)
Kanker menyebabkan 174,3 kematian per 100.000 penduduk Korsel pada 2024, naik dari 166,7 kematian pada tahun sebelumnya.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Kanker, penyakit jantung, dan pneumonia menjadi tiga penyebab kematian utama di Korea Selatan (Korsel) pada 2024, menurut data dari kantor statistik yang dirilis pada Kamis (25/9).Kanker menyebabkan 174,3 kematian per 100.000 penduduk Korsel pada 2024, naik dari 166,7 kematian pada tahun sebelumnya, menurut Statistics Korea. Kanker tetap menjadi penyebab kematian nomor satu sejak data terkait mulai dihimpun pada 1983.Di antara kasus kematian akibat kanker, angka kematian tertinggi berasal dari kanker paru-paru dengan 38,0 kematian per 100.000 orang, disusul oleh kanker hati dengan 20,4, kanker kolorektal dengan 19,0, kanker pankreas dengan 16,0, dan kanker lambung dengan 14,1.Penyebab kematian tertinggi kedua adalah penyakit jantung, yang menyebabkan 65,7 kematian per 100.000 orang pada tahun lalu, sementara pneumonia berada di peringkat ketiga dengan angka kematian 59,0.Dalam daftar 10 penyebab kematian teratas itu, terdapat pula penyakit serebrovaskular dengan 48,2 kematian per 100.000 orang, penyakit Alzheimer dengan 23,9, diabetes dengan 21,7, penyakit hipertensi dengan 16,1, penyakit organ hati dengan 15,3, dan keracunan darah dengan 15,1.Bunuh diri menempati peringkat kelima dengan 29,1 kasus kematian per 100.000 orang pada 2024, naik dari 27,3 kematian pada tahun sebelumnya.Bunuh diri merupakan penyebab kematian utama di antara mereka yang berusia belasan tahun, 20-an tahun, 30-an tahun, dan 40-an tahun pada tahun lalu.Total kematian di negara tersebut mencapai 358.569 pada 2024, meningkat 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Jalur Gaza: Dari "penjara" jadi "neraka"
Indonesia
•
08 Oct 2025

Ahli bahasa asal Spanyol sebut belajar bahasa Mandarin buka banyak peluang
Indonesia
•
23 Apr 2024

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026

Fokus Berita – Kehadiran China kian meluas di Piala Dunia Qatar
Indonesia
•
07 Dec 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
