
COVID-19 – Lansia di California sangat terpukul akibat lonjakan kasus musim dingin

Seorang pria berbelanja di sebuah pasar swalayan di Foster City, California, Amerika Serikat, pada 12 April 2022. (Xinhua/Li Jianguo)
Kasus COVID-19 di California, rumah bagi sekitar 40 juta penduduk, tercatat lebih dari 10,65 juta hingga 1 Desember 2022, dengan 96.803 kematian sejak awal pandemik.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Para warga lanjut usia (lansia) di California, negara bagian dengan populasi tertinggi di Amerika Serikat (AS), sangat terpukul akibat lonjakan COVID-19 yang terjadi pada musim dingin kali ini, seperti dilaporkan media lokal pada Senin (5/12), mengutip dari data resmi.Telah terjadi lonjakan yang mengkhawatirkan dalam penerimaan di rumah sakit terkait virus corona di kalangan lansia di Negara Bagian California, Amerika Serikat bagian barat, naik ke level yang tidak terlihat sejak lonjakan akibat varian Omicron pada musim panas lalu, menurut Los Angeles Times, surat kabar terbesar di wilayah Pesisir Barat Amerika Serikat.Surat kabar itu mencatat bahwa jumlah rawat inap warga California dari sebagian besar kelompok usia telah meningkat kira-kira tiga kali lipat sejak level terendah pada musim gugur. Namun, kali ini lonjakan jumlah lansia yang membutuhkan perawatan rumah sakit sangat signifikan.Dari total lansia berusia 65 tahun ke atas di California yang telah divaksinasi, hanya 35 persen di antaranya yang menerima vaksin penguat (booster) yang telah diperbarui sejak vaksin tersebut tersedia pada September. Sementara di kalangan warga berusia 50 hingga 64 tahun yang memenuhi syarat, sekitar 21 persen menerima vaksin booster yang telah diperbarui, menurut laporan tersebut.Dari semua kelompok usia, warga berusia 70 tahun ke atas menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami tingkat rawat inap di California melebihi puncak infeksi akibat varian Omicron pada musim panas lalu, kata laporan itu, mengutip Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.
Seorang pria yang mengenakan masker terlihat di luar sebuah pusat perbelanjaan di San Mateo, California, Amerika Serikat, pada 19 Mei 2021. (Xinhua/Wu Xiaoling)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Skala kebakaran hutan mematikan di California Selatan naik tiga kali lipat dalam 24 jam
Indonesia
•
09 Sep 2022

Pejabat Afsel serukan pengembalian artefak Afrika dari eks negara kolonial
Indonesia
•
07 May 2025

Otoritas Makanan Saudi batasi minum kopi sehari, cukup 15 cangkir
Indonesia
•
02 Oct 2022

COVID-19 – Hanya 4 persen warga AS telah disuntik ‘booster’
Indonesia
•
11 Oct 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
