
Warga Kuba waspadai varian baru COVID-19

Orang-orang yang mengenakan masker wajah berjalan di tepi pantai di Havana, Kuba, pada 17 Januari 2022. (Xinhua/ Zhu Wanjun)
Kasus COVID-19 di Kuba tercatat sekitar 1,1 juta dan lebih dari 8.000 kematian terkait COVID-19 sejak diberlakukannya keadaan darurat sanitasi di negara kepulauan itu pada 2020 lalu.
Havana, Kuba (Xinhua) – Saat varian virus baru terdeteksi di banyak negara, seorang warga Kuba bernama Raymond Perez membentengi dirinya dengan langkah-langkah pencegahan COVID-19 yang lebih ketat."Kebersihan sangat penting untuk mengurangi risiko terinfeksi virus," tuturnya usai memperkuat kebiasaan mencuci tangan di tempat kerjanya. "Saya berhubungan setiap hari dengan banyak orang di seluruh dunia."Meskipun kasus varian baru COVID-19 belum diumumkan di negara pulau itu, masyarakat harus tetap waspada, ujar Dunia Rodriguez, warga lain yang khawatir."Varian baru COVID-19 telah terdeteksi di beberapa negara tetangga seperti Amerika Serikat," kata Rodriguez. "Jadi, kita harus waspada."Negara di Karibia itu telah mencatat sekitar 1,1 juta kasus dan lebih dari 8.000 kematian terkait COVID-19 sejak diberlakukannya keadaan darurat sanitasi di negara kepulauan itu pada 2020 lalu, demikian menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Kuba.Pada Rabu (6/9), Kementerian Kesehatan Masyarakat Kuba mengkonfirmasi satu kasus baru COVID-19 dan tidak ada kematian terkait.Eduardo Martinez, presiden konglomerat biotek Kuba BioCubaFarma, mengatakan bahwa vaksin COVID-19 yang dikembangkan Kuba masih dapat melindungi masyarakat dari varian baru virus tersebut."Kami terus bekerja dan mempertahankan pengawasan jika diperlukan untuk memperbarui vaksin," tuturnya dalam sebuah rapat pemerintah pada Selasa (5/9).Hingga Senin (4/9), sekitar 10 juta warga Kuba telah menerima setidaknya satu dosis vaksin domestik Kuba, menurut kementerian itu.Saat ini, pemakaian masker di tempat umum tidak wajib di Kuba kecuali di fasilitas kesehatan. Pedoman pembatasan sosial COVID-19 juga tidak berlaku.Warga Havana lainnya bernama Aylen Perez mengatakan bahwa meskipun pandemik COVID-19 di Kuba masih terkendali, langkah pencegahan tetap diperlukan."Kita harus menggunakan pembersih tangan sesering mungkin, rajin membersihkan tangan, dan memakai masker wajah di tempat ramai," ujarnya."Dunia menjadi tempat yang lebih baik tanpa COVID-19," imbuh Perez.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Krisis HIV di Fiji memburuk dengan peningkatan infeksi dan kematian anak yang mengkhawatirkan
Indonesia
•
01 Jul 2025

Turki jadi tujuan wisatawan Eropa saat biaya energi melonjak di musim dingin
Indonesia
•
13 Sep 2022

Pekerja migran asal Sragen jadi sarjana di Seoul
Indonesia
•
24 Sep 2019

COVID-19 – Layanan rumah sakit di Beijing ditingkatkan di tengah pengendalian infeksi
Indonesia
•
30 Nov 2022


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
