
First Republic Bank di AS bangkrut, saham perbankan Eropa anjlok

Foto yang diabadikan pada 24 April 2023 ini menunjukkan pemandangan eksterior kantor cabang First Republic Bank di Millbrae, California, Amerika Serikat. (Xinhua/Li Jianguo)
Kebangkrutan First Republic Bank disebabkan oleh penarikan dana oleh para investor yang ketakutan akibat kolapsnya Signature Bank dan Silicon Valley Bank.
Roma, Italia (Xinhua) – Saham perbankan Eropa turun tajam pada Selasa (2/5) setelah kebangkrutan First Republic Bank dan pengambilalihan bank yang berbasis di Amerika Serikat (AS) tersebut.Pasar juga terdampak negatif oleh spekulasi terkait kenaikan suku bunga di AS dan Eropa, dengan para pejabat yang mengawasi mata uang dolar AS dan euro berusaha mengendalikan lebih jauh tingkat inflasi yang mencatat rekor tertinggi akibat konflik antara Rusia dan Ukraina. Suku bunga yang lebih tinggi dapat membantu memperlambat inflasi, tetapi juga dapat menambah tekanan terhadap neraca entitas keuangan.Bursa saham Eropa secara umum lebih rendah pada Selasa, dengan indeks blue chip di London dan Frankfurt sama-sama turun 1,2 persen, Paris turun 1,4 persen, dan Milan turun 1,6 persen.Saham perbankan membantu memimpin penurunan tersebut, dengan STOXX Europe 600 Banks Index ditutup di angka 1,5 persen, setelah diperdagangkan di area positif hampir sepanjang hari. Indeks utama kini turun 4,0 persen dalam lima hari perdagangan terakhir.
Foto yang diabadikan pada 9 Maret 2020 ini menunjukkan logo Bursa Efek London di London, Inggris. (Xinhua/Tim Ireland)
Orang-orang mengantre di luar kantor pusat Silicon Valley Bank (SVB) di Santa Clara, California, Amerika Serikat, pada 13 Maret 2023. (Xinhua/Li Jianguo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Menlu Malaysia: ASEAN utamakan kerja sama dan perdagangan untuk redam dampak ketegangan geopolitik
Indonesia
•
21 Jan 2025

Volume pengiriman ponsel China turun 22,6 persen pada 2022
Indonesia
•
19 Feb 2023

Melemahnya yen sulitkan wisatawan lokal dan para pemimpin bisnis Jepang
Indonesia
•
01 May 2024

Peru ingin belajar pengembangan sawit Indonesia
Indonesia
•
24 Dec 2019


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
