
Penelitian internasional sebut kebebasan pelayaran dan penerbangan di Laut China Selatan terjamin

Kapal selam berawak Shenhai Yongshi (Deep Sea Warrior) muncul ke permukaan usai merampungkan investigasi bawah laut selama satu hari di Laut China Selatan pada 27 Mei 2023. (Xinhua/Pu Xiaoxu)
Kebebasan pelayaran dan penerbangan di Laut China Selatan sepenuhnya terjamin baik untuk kapal dan pesawat militer maupun sipil.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kebebasan pelayaran dan penerbangan di Laut China Selatan sepenuhnya terjamin untuk kapal dan pesawat militer maupun sipil, demikian ungkap sebuah laporan penelitian yang dirilis pada Jumat (27/9).Laporan tentang Situasi Pelayaran dan Penerbangan di Laut China Selatan ini dirilis oleh South China Sea Strategic Situation Probing Initiative (SCSPI), sebuah jaringan penelitian internasional.Menguraikan sejumlah topik termasuk peraturan dan regulasi terkait pelayaran di Laut China Selatan berdasarkan hukum internasional, situasi pelayaran kapal dan penerbangan pesawat sipil, serta aktivitas kapal perang dan pesawat militer di perairan tersebut, laporan ini disusun sebagai respons terhadap kesalahpahaman dan narasi palsu tentang situasi pelayaran dan penerbangan di Laut China Selatan, demikian menurut SCSPI.Laporan ini menyebutkan bahwa kebebasan laut merupakan prinsip yang sudah lama ada dalam hukum internasional dan merupakan konsep penting dalam perkembangan hukum internasional modern, yang juga dianut oleh China.Laporan ini menyoroti bahwa ketegangan di Laut China Selatan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, yang dipicu oleh upaya-upaya Amerika Serikat untuk "membendung China" melalui perselisihan maritim.Namun, gesekan saat ini terutama hanya melibatkan beberapa pihak yang bersengketa, dan sengketa terkait belum memengaruhi kebebasan pelayaran dan penerbangan negara lain di Laut China Selatan, kata laporan itu.Dalam laporan tersebut juga diuraikan bahwa klaim yang sering kali menyesatkan tentang "terganggunya kebebasan pelayaran" dan "terancamnya keamanan pelayaran" di Laut China Selatan pada kenyataannya dibuat oleh pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam sengketa tersebut dan beberapa negara yang dengan sengaja menafsirkan isu sengketa kedaulatan atas pulau-pulau dan terumbu karang di Laut China Selatan, serta sengketa batas maritim, sebagai isu-isu pelayaran.Laporan ini menyimpulkan bahwa, secara keseluruhan, kebebasan pelayaran dan penerbangan di Laut China Selatan sepenuhnya terjamin baik untuk kapal dan pesawat militer maupun sipil.Ditekankan pula dalam laporan ini bahwa perdamaian, stabilitas, kebebasan, dan keamanan Laut China Selatan sangat penting tidak hanya bagi kesejahteraan negara-negara di kawasan, tetapi juga bagi pembangunan dan keamanan dunia. Laporan ini menyerukan kepada negara-negara terkait untuk bekerja sama demi mewujudkan Laut China Selatan yang penuh dengan perdamaian, persahabatan, dan kerja sama.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Serangan udara Israel di Gaza utara tewaskan jubir Hamas
Indonesia
•
28 Mar 2025

COVID-19 – Taiwan ganti tes PCR usap hidung dengan air liur
Indonesia
•
01 Jun 2022

PBB: Serangan Israel ke Lebanon capai titik tertinggi sejak kesepakatan gencatan senjata
Indonesia
•
07 Aug 2026

Netanyahu umumkan perjanjian gencatan senjata 1974 gugur usai jatuhnya pemerintahan al-Assad
Indonesia
•
09 Dec 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
