Feature – Kafe ramah demensia di China bantu warga lansia terhubung kembali dengan masyarakat

Seorang staf lanjut usia membuat kopi di bawah bimbingan seorang pekerja sosial di Unforgettable Cafe di Subdistrik Bailianchi, Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 9 Oktober 2024. (Xinhua/Xue Chen)
Kedai kopi Unforgettable Café merupakan alat intervensi nonfarmakologi internal sekaligus platform untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang demensia.
Chengdu, China (Xinhua/Indonesia Window) – Di sebuah kafe bernama ‘Unforgettable Café’, Dai Xiuyu, seorang barista berusia 84 tahun yang dibimbing oleh pekerja sosial Xiao Ling, dengan hati-hati menyajikan secangkir kopi segar kepada seorang pelanggan. Namun, dalam sekejap Dai sudah tak lagi ingat langkah-langkah yang baru saja dia lakukan meski sudah berulang-ulang mempraktikkannya.Kafe unik ini terletak di sebuah komunitas perawatan warga lansia di Subdistrik Bailianchi, Chengdu, yang merupakan subdistrik ramah demensia pertama di Provinsi Sichuan, China barat daya. Staf kafe ini terdiri dari para pekerja sosial muda dan pekerja lansia dengan gangguan kognitif.Dalam sehari, para pekerja lansia di kafe ini dapat membuat belasan cangkir kopi, tetapi setiap cangkirnya terasa seperti yang pertama bagi mereka. Oleh karena itu, mereka selalu bergantung pada pekerja sosial yang akan memandu mereka melalui setiap langkahnya, mulai dari awal hingga akhir.Selain mengasah kemampuan kognitif mereka dengan membuat kopi, pada hari-hari yang menyenangkan, para pekerja sosial sering mengajak para lansia untuk menjajakan kopi di sepanjang jalan. Secangkir kopi hanya dijual seharga 9,9 yuan, atau setara sekitar 1,4 dolar AS."Meskipun secara finansial tidak menguntungkan, tetapi proses ini membantu para warga lansia terhubung kembali dengan masyarakat dan merasa 'dibutuhkan'," kata Su Youcheng, pendiri Panti Wreda Ai'en sekaligus presiden Asosiasi Perawatan Warga Lansia Chengdu.Pada 2022, saat tahap perencanaan awal Panti Wreda Ai'en, Su sengaja menyediakan ruangan pojok seluas 10 meter persegi untuk dijadikan kafe. Meski berukuran kecil, kafe ini dilengkapi dengan peralatan yang lengkap untuk menyajikan berbagai macam kopi, seperti Americano dan latte."Kafe ini berfungsi sebagai jembatan, yang memungkinkan interaksi antargenerasi antara warga lansia penderita demensia dan para konsumen muda. Hal ini membantu para warga lansia mempertahankan pola pikir positif dan bahkan memperlambat perkembangan penyakit mereka," jelas Su.Sambil membuat kopi, para pekerja lansia selalu mendapat semangat dan pujian dari para pekerja sosial yang mendampingi mereka. Setelah menerima pujian dari pelanggan, mereka selalu merasa lebih bahagia dan merasa diri mereka berharga. Setiap barista lansia ini menikmati proses tersebut, dan terapi nonfarmakologi ini tampaknya telah membantu meningkatkan suasana hati mereka dan mengurangi kecemasan, sifat mudah tersinggung, serta kegelisahan, tambah Su."Menurut studi yang dipublikasikan oleh Rumah Sakit Xuanwu yang berbasis di Beijing dan berafiliasi dengan Capital Medical University di jurnal The Lancet, ada sekitar 38,77 juta orang berusia 60 tahun ke atas di China yang mengalami gangguan kognitif ringan, termasuk 9,83 juta pasien Alzheimer," ujar Su, seraya menambahkan bahwa prevalensi gangguan kognitif relatif lebih tinggi di bagian barat China.Terlepas dari gejala yang berbeda-beda, semua pasien dengan gangguan kognitif memiliki kebutuhan yang sama, baik secara fisik maupun emosional, yaitu rasa hormat, kasih sayang, dan apresiasi terhadap diri sendiri, imbuh Su.
Dai Xiuyu (keempat dari kanan) berpose untuk difoto bersama sesama anggota staf lansia, pekerja sosial, dan pelanggan di Kedai kopi Unforgettable Café di Subdistrik Bailianchi, Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 17 Juni 2024. (Xinhua)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Layanan psikologis Saudi terima lebih dari 20.000 konsultasi selama pandemik
Indonesia
•
25 Aug 2020

China dan Indonesia kerja sama bina tenaga terampil di bidang teknologi metalurgi canggih
Indonesia
•
11 Nov 2024

Bantuan kemanusiaan China didistribusikan kepada keluarga Afghanistan
Indonesia
•
14 Dec 2022

Monsun timur laut kemungkinan berlanjut hingga 2026, Singapura keluarkan imbauan keselamatan
Indonesia
•
06 Dec 2025
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026
