
Fokus Berita – Kerusakan total infrastruktur telekomunikasi di Gaza lumpuhkan operasi bantuan

Warga Palestina membawa jenazah korban, yang tewas oleh tentara Israel di dekat sebuah pusat distribusi bantuan di Jalur Gaza tengah, di sebuah rumah sakit di Gaza City pada 11 Juni 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Kehancuran total infrastruktur telekomunikasi Gaza telah memutus koneksi digital untuk layanan darurat, koordinasi kemanusiaan, dan informasi penting bagi warga sipil, sehingga melumpuhkan operasi bantuan.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Kehancuran total infrastruktur telekomunikasi Gaza telah memutus koneksi digital untuk layanan darurat, koordinasi kemanusiaan, dan informasi penting bagi warga sipil, sehingga melumpuhkan operasi bantuan, demikian disampaikan sejumlah badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (12/6)."Mitra-mitra kami yang bekerja di bidang telekomunikasi mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh kerusakan pada rute kabel serat optik terakhir yang melayani Gaza tengah dan selatan, yang kemungkinan besar dipicu oleh aktivitas militer yang intens," kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA). "Ini bukan pemadaman rutin, tetapi kehancuran total infrastruktur digital Gaza. Saat ini terjadi pemadaman internet total, dan jaringan seluler nyaris tidak berfungsi."OCHA menuturkan layanan darurat tidak memiliki sarana komunikasi, sehingga warga sipil tidak dapat mengakses bantuan penyelamatan nyawa di tengah lingkungan dengan keterbatasan akses yang sudah sangat parah akibat perintah evakuasi dan operasi militer.Kantor tersebut juga menyampaikan bahwa Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) melaporkan telah kehilangan kontak dengan rekan-rekan mereka di Gaza, yang tampaknya menjadi masalah umum bagi badan-badan bantuan di jalur tersebut.
Seorang pria Palestina yang terluka oleh tentara Israel di dekat sebuah pusat distribusi bantuan di Jalur Gaza tengah terlihat di sebuah rumah sakit di Gaza City pada 11 Juni 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Mohammad Abu Ouda (berbaju biru) membawa kue pastri di sebuah tempat penampungan sementara di Gaza City pada 9 Juni 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Tenda-tenda sementara untuk warga Palestina terlihat di area pantai Gaza City pada 8 Juni 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mongolia Dalam di China utara berhasil atasi penggurunan
Indonesia
•
13 Jan 2023

UNDP: Hampir 80 persen populasi Afghanistan kesulitan mengakses air minum
Indonesia
•
26 Mar 2024

Tambahan dua korban gempa berhasil diselamatkan oleh tim SAR China-Turkiye
Indonesia
•
11 Feb 2023

Sekjen PBB sebut akselerasi suhu perlu direspons dengan akselerasi aksi
Indonesia
•
01 Aug 2023


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
