
Konflik di RD Kongo paksa sekitar 78.000 anak mengungsi selama sepekan terakhir

Para pengungsi terlihat di sebuah kamp pengungsi di pinggiran Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, pada 8 Februari 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Kekerasan di Republik Demokratik Kongo bagian timur memaksa sekitar 78.000 anak mengungsi dari rumah mereka selama sepekan terakhir, dengan ribuan anak kini sedang dalam perjalanan menuju Goma, ibu kota Provinsi Kivu Utara di RD Kongo timur.
Goma, RD Kongo (Xinhua) – Kekerasan yang meningkat di Republik Demokratik (RD) Kongo bagian timur memaksa sekitar 78.000 anak mengungsi dari rumah mereka selama sepekan terakhir, dengan ribuan anak kini sedang dalam perjalanan menuju Goma, ibu kota Provinsi Kivu Utara di RD Kongo timur, ungkap badan amal global Save the Children.Pertempuran baru antara Angkatan Bersenjata RD Kongo dan kelompok pemberontak Gerakan 23 Maret (March 23 Movement/M23) telah menyebabkan sedikitnya 150.000 warga mengungsi sejak 2 Februari, lebih dari separuhnya adalah anak-anak, kata badan amal tersebut dalam sebuah pernyataan pada Kamis (8/2).
Para pengungsi terlihat di sebuah kamp pengungsi di pinggiran Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, pada 8 Februari 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Seorang anak pengungsi terlihat di sebuah kamp pengungsi di pinggiran Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, pada 8 Februari 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Seorang anak pengungsi terlihat di sebuah kamp pengungsi di pinggiran Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, pada 8 Februari 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Para pengungsi mengantre untuk mengambil air di sebuah kamp pengungsi di pinggiran Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, pada 8 Februari 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Seorang anak pengungsi terlihat di sebuah kamp pengungsi di pinggiran Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, pada 8 Februari 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Para pengungsi terlihat di sebuah kamp pengungsi di pinggiran Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, pada 8 Februari 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Para pengungsi terlihat di sebuah kamp pengungsi di pinggiran Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, pada 8 Februari 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Seorang wanita menjahit pakaian dengan mesin jahit di sebuah kamp pengungsi di pinggiran Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, pada 8 Februari 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Para pengungsi terlihat di sebuah kamp pengungsi di pinggiran Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, pada 8 Februari 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Legenda Pulau Kemaro sebagai simbol harmoni dan budaya Tionghoa di Sumatra Selatan
Indonesia
•
10 Aug 2025

Gelombang panas picu gangguan kesehatan pada lebih dari 15 juta warga Inggris
Indonesia
•
09 Jul 2026

PBB proyeksikan populasi dunia akan capai puncaknya pada abad ini
Indonesia
•
12 Jul 2024

Langgar aturan akses bagi anak-anak, Australia selidiki 5 raksasa medsos
Indonesia
•
31 Mar 2026


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
