Kelebihan berat badan jadi faktor risiko kesehatan utama di Australia, lampaui kebiasaan merokok

Seorang wanita mencium aroma bunga anggrek saat pameran anggrek di Canberra, Australia, pada 22 September 2024. (Xinhua/Chu Chen)
Kelebihan berat badan untuk pertama kalinya menjadi faktor risiko kesehatan utama di Australia, setelah beban penyakit akibat tembakau menurun 41 persen sejak 2003.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Kelebihan berat badan untuk pertama kalinya menjadi faktor risiko kesehatan utama di Australia, demikian menurut data pemerintah negara tersebut.Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Australia (Australian Institute of Health and Welfare/AIHW) pada Kamis (12/12) merilis laporan tahunan Kajian Beban Penyakit Australia (Australian Burden of Disease Study) untuk 2024. Menurut laporan tersebut, warga Australia secara kolektif diperkirakan kehilangan 5,8 juta tahun masa hidup sehat akibat penyakit dan kematian dini pada 2024.Laporan tersebut memaparkan bahwa 36 persen dari hilangnya masa hidup sehat itu, yang disebut sebagai beban penyakit (burden of disease), sebenarnya dapat dihindari atau dikurangi karena faktor risiko yang dapat dimodifikasi (modifiable risk factor)Menurut AIHW, kelebihan berat badan, termasuk obesitas, diidentifikasi sebagai faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi.Sebelumnya, tembakau merupakan faktor risiko utama, namun AIHW menyebutkan bahwa beban penyakit akibat tembakau telah menurun 41 persen sejak 2003."Penurunan ini kemungkinan besar disebabkan oleh penurunan prevalensi merokok," ujar juru bicara AIHW Michelle Gourley dalam sebuah pernyataan.Kajian ini mengaitkan 8,3 persen dari total beban penyakit di Australia pada 2024 dengan faktor risiko kelebihan berat badan, sementara 7,6 persennya berkaitan dengan penggunaan tembakau, dan 4,8 persennya berkaitan dengan segala risiko pola makan.Sebuah laporan terpisah yang diterbitkan oleh AIHW pada Juni menemukan bahwa 66 persen orang dewasa dan 26 persen anak-anak dan remaja di Australia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada 2022.Laporan yang dirilis Kamis itu menyebutkan bahwa kanker masih menjadi kelompok penyakit penyebab beban terbesar pada 2024, yakni menyumbang 16,4 persen dari hilangnya masa hidup sehat secara nasional.Kondisi kesehatan mental, kasus bunuh diri, dan cedera yang disebabkan oleh diri sendiri merupakan kontributor utama beban penyakit di kalangan kaum muda Australia.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Survei: Empat dari lima orang yakin vaksin Sputnik V Rusia siap digunakan
Indonesia
•
18 Nov 2020

Studi sebut lebih dari 61.000 orang tewas akibat panas ekstrem di Eropa pada 2022
Indonesia
•
19 Jul 2023

COVID-19 – AS akan akhiri status darurat pekan depan
Indonesia
•
03 May 2023

Beijing optimalkan kebijakan respons COVID di sekolah
Indonesia
•
07 Jan 2023
Berita Terbaru

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS
Indonesia
•
27 Jan 2026
