
Kepala staf militer Rusia sebut Washington sengaja perpanjang konflik Ukraina

Foto dokumentasi ini menunjukkan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov berbicara dalam Konferensi Keamanan Moskow-Eropa di Moskow, Rusia, pada 23 Mei 2013. (Xinhua/Jiang Kehong)
Kepala staf militer Rusia mengatakan bahwa Amerika Serikat dengan sengaja berusaha memperpanjang konflik Ukraina, dengan cara memberikan bantuan militer yang signifikan kepada Ukraina.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Washington dengan sengaja berusaha memperpanjang konflik Ukraina, kata Valery Gerasimov, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia pada Kamis (21/12) dalam sebuah konferensi pers untuk para atase militer asing."Washington sedang mengupayakan kebijakan yang bertujuan untuk memperpanjang konflik Ukraina. Dan untuk alasan tersebut (Amerika Serikat) memberikan bantuan militer yang signifikan kepada Ukraina," katanya.Gerasimov lebih lanjut mengungkapkan bahwa sejumlah perubahan besar sedang terjadi, termasuk pembentukan "dunia multipolar baru", saat "hegemoni Amerika Serikat dan sekutunya secara bertahap akan segera berakhir.""Washington sedang berusaha keras melestarikan dunia yang berpusat pada Barat dengan segala cara demi memastikan dominasi global dan mempertahankan kemampuannya untuk mendiktekan aturan-aturannya kepada negara lain, menekan kepentingan sah mereka di sektor keamanan," ujar Gerasimov.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Lula tuduh Trump berupaya ciptakan PBB baru dan jadi pemilik tunggal
Indonesia
•
25 Jan 2026

G20 bantu negara miskin dunia hadapi pandemik
Indonesia
•
22 Nov 2020

Inspeksi sistem pembuangan air terkontaminasi nuklir PLTN Fukushima rampung
Indonesia
•
05 Jul 2023

Putin sebut memaksakan peraturan terhadap negara lain harus dilarang
Indonesia
•
07 Oct 2023


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
