
Kereta buatan China untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung debut di Indonesia

Foto yang diabadikan pada 2 September 2022 ini memperlihatkan sebuah kereta cepat penumpang bertenaga listrik, yang pembuatannya telah disesuaikan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), saat diturunkan dari sebuah kapal di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. (Xinhua/Xu Qin)
Menurut rencana, 10 kereta tambahan dijadwalkan akan diangkut dari China ke Indonesia secara bertahap hingga awal 2023 nanti.
Jakarta (Xinhua) – Dengan crane di kapal kargo perlahan-lahan mengangkat kereta dan kemudian menurunkannya ke truk pengangkut panjang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, kereta cepat yang dirancang dan diproduksi di China akhirnya memulai debutnya di Indonesia.Satu kereta penumpang bertenaga listrik dan satu kereta inspeksi, masing-masing dengan formasi delapan gerbong, tiba di pelabuhan di Jakarta pada Kamis (1/9) malam, setelah menempuh perjalanan laut selama 11 hari dari Pelabuhan Qingdao di China. Proses penurunan kereta buatan China tersebut dari kapal dimulai pada Jumat (2/9) sore, dan selanjutnya akan diangkut melalui jalur darat menuju Depo Tegalluar di Bandung.Dalam upacara penyambutan yang diadakan di pelabuhan itu pada Jumat (2/9), Dwiyana Slamet Riyadi, Presiden Direktur PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), perusahaan patungan antara konsorsium badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia dan konsorsium perusahaan perkeretaan China, mengatakan kepada Xinhua bahwa kedatangan dua unit pertama itu menjadi tonggak sejarah bagi megaproyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)."Kedatangan ini merupakan pencapaian penting. Kami sangat senang dengan hal ini. Dan kami semakin bersemangat untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu sesuai target. Ini juga sebagai bukti kepada masyarakat bahwa kami dan pemerintah serius dalam mengerjakan proyek ini," kata pejabat KCIC.Wakil Menteri BUMN Republik Indonesia Kartika Wijoatmojo pada upacara tersebut mengatakan bahwa kereta-kereta itu tidak hanya akan memperluas koridor ekonomi dan meningkatkan mobilitas masyarakat antara Jakarta dan Bandung, tetapi juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk belajar lebih banyak tentang teknologi canggih yang dimiliki China.Kartika mengatakan, keseluruhan proses pembangunan KCJB menemui berbagai tantangan, terutama tantangan geologis. "Namun, ini pengalaman pertama kita, jadi itu akan menjadi sebuah pelajaran bagi kita. Kita harus bersyukur karena saat ini hampir berada di tahap akhir proyek," katanya.Diselimuti kain hijau selama perjalanan, dua kereta pertama itu baru akan terlihat penampilannya setelah tiba di Bandung.
Foto yang diabadikan pada 2 September 2022 ini memperlihatkan sejumlah pekerja mengencangkan tali pada selubung kereta cepat penumpang bertenaga listrik, yang pembuatannya telah disesuaikan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. (Xinhua/Xu Qin)
Foto yang diabadikan pada 2 September 2022 ini memperlihatkan sejumlah jurnalis tengah memotret dan merekam video kereta cepat penumpang bertenaga listrik, yang pembuatannya telah disesuaikan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), saat diturunkan dari sebuah kapal di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. (Xinhua/Xu Qin)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Huawei dukung sistem komunikasi terintegrasi untuk KCJB
Indonesia
•
01 Oct 2023

Peta jalan pusat keunggulan vaksin Indonesia jadi panduan negara OKI
Indonesia
•
20 Dec 2019

PetroChina International Jabung berkomitmen tingkatkan produksi migas
Indonesia
•
12 Jul 2024

Presiden Jokowi bertemu dengan Kanselir Olaf Scholz di Hannover
Indonesia
•
17 Apr 2023


Berita Terbaru

Para pemimpin ASEAN prioritaskan keamanan dan ketahanan energi serta pangan di KTT Ke-48
Indonesia
•
11 May 2026

Kemiskinan ekstrem di China lenyap, jadi model pengentasan di Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Analisis – Stabilitas Selat Malaka jadi sorotan di tengah ketegangan lintasan ‘chokepoint’ global
Indonesia
•
10 May 2026

Presiden dorong ekonomi biru, Kampung Nelayan Merah Putih jadi model kemandirian pesisir
Indonesia
•
10 May 2026
