
Feature – Warga Gaza jalani Idul Fitri nan suram di tengah serangan Israel yang kembali meneror

Foto yang diabadikan pada 24 Maret 2025 ini menunjukkan reruntuhan bangunan-bangunan yang rusak akibat gempuran Israel di lingkungan permukiman Shuja'iyya, sebelah timur Gaza City. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Keriaan suasana Idul Fitri tak terlihat di Gaza, dengan ribuan keluarga masih mengungsi di tenda-tenda darurat, berduka karena kehilangan rumah dan orang-orang yang mereka cintai.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Selama dua tahun berturut-turut, keriaan suasana Idul Fitri tak terlihat di Gaza. Ribuan keluarga masih mengungsi di tenda-tenda darurat, berduka karena kehilangan rumah dan orang-orang yang mereka cintai. Jalan-jalan yang dulunya ramai, dihiasi berbagai dekorasi dan dipenuhi gelak tawa anak-anak, kini disesaki puing-puing bangunan yang menjadi pengingat bisu akan kehancuran akibat pengeboman Israel yang tiada henti.Menurut kalender Islam, Umat Muslim di seluruh dunia merayakan hari pertama Idul Fitri pada Ahad (30/3) atau Senin (31/3), tergantung pada penampakan bulan baru. Namun, di Gaza, tidak banyak yang bisa dirayakan.Di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Gaza City, Suad Abu Shahla (29) duduk di luar sebuah tenda kain yang telah koyak, mencoba menenangkan anaknya yang menangis.Ibu empat anak itu kehilangan rumahnya di Beit Lahia pada November 2024 ketika pasukan Israel mengebom area tersebut. Sejak saat itu, Suad dan keluarganya harus menghadapi kondisi keras di tempat penampungan yang rapuh, yang hanya memberikan perlindungan minim dari cuaca dingin atau panas."Idul Fitri telah kehilangan maknanya di Gaza," tutur wanita itu kepada Xinhua. "Sebelum perang, kami biasa membeli pakaian dan penganan manis untuk anak-anak. Sekarang, kami bahkan tidak mampu membeli roti.""Anak-anak saya bertanya, 'Apakah kita akan mendapatkan baju baru? Apakah kita akan pulang ke rumah?' Namun, saya tidak dapat menjawabnya," imbuh Suad.Di seluruh Gaza City, bekas perang terlihat di mana-mana. Bangunan-bangunan yang runtuh, jalan-jalan yang dipenuhi puing, dan infrastruktur yang rusak menggambarkan dampak dari konflik tersebut.
Warga Palestina yang terpaksa mengungsi dari wilayah Al-Shayma di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, terlihat di sebuah jalan di Gaza City pada 22 Maret 2025. (Xinhua/Abdul Rahman Salama)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Warga Palestina hidup dalam ketakutan saat Israel kembali gempur Gaza
Indonesia
•
02 Dec 2023

Selandia Baru umumkan keadaan darurat akibat Topan Gabrielle
Indonesia
•
13 Feb 2023

Jumlah pengguna vape lampaui perokok tembakau di Inggris
Indonesia
•
06 Nov 2025

Korban jiwa di Gaza akibat serangan udara Israel hampir tembus 5.800 orang
Indonesia
•
25 Oct 2023


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
