
Ustadz Yassir: Ilmu yang paling besar adalah kesabaran

Ustadz Muhammad Yassir Lc. M.H. memberi kajian dalam majelis ilmu di Masjid Daarul Qur’an Al-Kausar, Cibinong, Ahad (8/10). (Indonesia Window)
Kesabaran diperlukan dalam menuntut ilmu, termasuk kesabaran dalam belajar atau khususnya di kehidupan dalam pesantren tempat santri digembleng untuk menjadi orang yang dewasa dan mandiri.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Ilmu yang paling besar adalah kesabaran, sebagaimana diajarkan oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dalam kisah Nabi Musa Alaihi Wa Sallam dengan Nabi Khidir, kata Ustadz Muhammad Yassir Lc. M.H.“Nabi Khidir memberi sebuah pesan yang mana bila pesan ini tidak bisa dipraktekan oleh Nabi Musa maka nabi Musa tidak bisa menuntut ilmu,” kata ustadz Yassir dalam kajian rutin Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Bogor dihadapan para santri Masjid Daarul Qur’an Al-Kausar, Cibinong, Ahad (8/10).Namun, Nabi musa tidak bisa bersabar karena tidak bisa menaati perintah gurunya (Nabi Khidir) atau tidak bertanya dulu karena ada waktunya untuk bertanya yang akan diberitahukan, kata ustadz yang merupakan lulusan S2, Program Studi Hukum Keluarga, UIN KHAS, Jember, Jawa Timur.Dalam kaitannya dengan kisah Nabi Musa tersebut, ustadz menjelaskan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam mengatakan, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahmati Nabi Musa.Seandainya Nabi Musa masih tetap sabar akan ada lebih banyak lagi tentang kisah yang lebih aneh-aneh lagi, yang ajaib-ajaib lagi, tapi karena beliau tidak sabar cuma tiga cerita keajaiban saja, ungkap ustadz, mengutip apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.Ini menunjukan bahwa menuntut ilmu itu perlu kesabaran, termasuk, kesabaran dalam belajar atau khususnya di kehidupan dalam pesantren tempat santri digembleng untuk menjadi orang yang dewasa dan mandiri, ustadz menambahkan.
Para santri Masjid Daarul Qur’an Al-Kausar, Cibinong, Jawa Barat, mengikuti kajian rutin yang diselengarakan oleh Komunitas Pengusaha Mulim (KPMI) Bogor, Ahad (8/10). (Indonesia Window)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia butuh 167 miliar dolar AS bangun pembangkit energi terbarukan 56 GW
Indonesia
•
05 Mar 2021

Dinkes Mimika sediakan ‘dokter terbang’ bagi masyarakat di pedalaman
Indonesia
•
21 Mar 2022

Presiden Jokowi terima delegasi Boeing International
Indonesia
•
02 Nov 2022

Dubes UAE harapkan Indonesia objektif soal situasi Timur Tengah, tegaskan konflik di Teluk bukan soal agama
Indonesia
•
08 Apr 2026


Berita Terbaru

Para pemimpin ASEAN prioritaskan keamanan dan ketahanan energi serta pangan di KTT Ke-48
Indonesia
•
11 May 2026

Kemiskinan ekstrem di China lenyap, jadi model pengentasan di Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Analisis – Stabilitas Selat Malaka jadi sorotan di tengah ketegangan lintasan ‘chokepoint’ global
Indonesia
•
10 May 2026

Presiden dorong ekonomi biru, Kampung Nelayan Merah Putih jadi model kemandirian pesisir
Indonesia
•
10 May 2026
