
Menlu: Indonesia kedepankan pendekatan kontrukstif demi stabilitas kawasan

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, hadir sebagai pembicara pada dua sesi panel yaitu dialog mengenai isu Myanmar (22/1) dan diskusi panel terkait upaya menavigasi konflik di Asia Pasifik (23/1), pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang berlangsung pada 20-24 Januari 2025, di Davos, Swiss. (Kementerian Luar Negeri RI)
Kolaborasi dan kerja sama dengan negara tetangga, negara sahabat di kawasan, serta komunitas global, menjadi upaya pendekatan Indonesia demi stabilitas wilayah.
Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, mengatakan, Indonesia ingin menggalang kerja sama dan kolaborasi dengan negara tetangga, negara sahabat di kawasan, serta komunitas global.“Kita akan majukan pendekatan yang konstruktif,” ujar Menlu Sugiono yang hadir sebagai pembicara pada dua sesi panel yaitu dialog mengenai isu Myanmar (22/1) dan diskusi panel terkait upaya menavigasi konflik di Asia Pasifik (23/1), pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang berlangsung pada 20-24 Januari2025.Sugiono juga menyampaikan bahwa diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan diarahkan untuk mewujudkan amanat Konstitusi Indonesia, termasuk menjaga kedaulatan NKRI serta mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.Bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa) juga disoroti dalam diskusi, menurut Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu.Menlu Sugiono menggarisbawahi bahwa hadirnya Indonesia di BRICS, selain untuk menggalang manfaat ekonomi, juga merupakan upaya untuk menjembatani perbedaan kepentingan negara maju dan berkembang di berbagai forum multilateral.“Prasyarat untuk pertumbuhan adalah perdamaian dan stabilitas. Itulah sebabnya, Indonesia membuka diri untuk bekerja sama, karena kami memiliki kewajiban untuk mendukung prioritas nasional dan melayani rakyat Indonesia,” Sugiono menjelaskan.Pada sesi diskusi panel kedua dengan tema “Navigating Asia’s Hotspot” (23/1), selain Menlu Sugiono, hadir pula sebagai panelis Presiden Timor-Leste, Ketua Parlemen Filipina, Presiden lembaga think-tank Council on Foreign Relations, dan pimpinan Zurich Insurance Group Asia Pasifik.Presiden Timor Leste, Ramos Horta, mengapresiasi kiprah diplomasi Indonesia dan peranya dalam membantu keanggotaan Timor-Leste di ASEAN.Pimpinan Zurich Insurance Group menyampaikan bahwa peran konstruktif Indonesia telah membantu meredam tensi di kawasan dan mendukung stabilitas Asia Pasifik.Di Davos, Menlu Sugiono juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral, yaitu dengan Wakil Presiden Yaman, Kanselir Austria, Menlu Finlandia, Menlu Arab Saudi, Menlu Tunisia, serta Menteri Negara Palestina untuk urusan luar negeri dan ekspatriat.Selain membahas kerja sama bilateral, isu Palestina juga diangkat dalam berbagai pertemuan bilateral tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia dorong tindak lanjut penguatan hubungan bilateral dengan Australia
Indonesia
•
24 Nov 2023

Indonesia bertekad jadikan ASEAN tangguh di tengah tantangan global
Indonesia
•
11 Jan 2023

Civitas Akademika UMJ keluarkan Maklumat ‘Menggugat’ presiden
Indonesia
•
06 Feb 2024

Indonesia-Azerbaijan tandatangani MoU bidang energi
Indonesia
•
05 May 2021


Berita Terbaru

Lembaga amil zakat SIP salurkan infak kemanusiaan Palestina 1,2 miliar rupiah melalui BAZNAS RI
Indonesia
•
12 May 2026

Para pemimpin ASEAN prioritaskan keamanan dan ketahanan energi serta pangan di KTT Ke-48
Indonesia
•
11 May 2026

Kemiskinan ekstrem di China lenyap, jadi model pengentasan di Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Analisis – Stabilitas Selat Malaka jadi sorotan di tengah ketegangan lintasan ‘chokepoint’ global
Indonesia
•
10 May 2026
