
Kotak hitam pesawat Korsel yang jatuh akhir Desember lalu berhenti merekam setelah peringatan tabrakan dengan burung

Foto ini menunjukkan lokasi jatuhnya pesawat di Bandar Udara Internasional Muan, sekitar 290 kilometer sebelah barat daya Seoul, Korea Selatan, pada 29 Desember 2024. (Xinhua/NEWSIS)
Kotak hitam pesawat Jeju Air 7C 2216 yang jatuh di sebuah bandara di Korea Selatan (Korsel) barat daya pada Desember 2024 berhenti merekam hanya semenit setelah peringatan tabrakan dengan burung (bird strike).
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) - Black box atau kotak hitam pesawat yang jatuh di sebuah bandara di Korea Selatan (Korsel) barat daya pada akhir bulan lalu berhenti merekam hanya semenit setelah peringatan tabrakan dengan burung (bird strike), demikian disampaikan Kementerian Transportasi Korsel pada Sabtu (25/1).Komite investigasi kecelakaan pesawat di Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korsel mengadakan pertemuan dengan pihak keluarga korban untuk mengungkapkan analisis perekam data penerbangan (flight data recorder/FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder/CVR) pesawat penumpang tersebut..Menara pengawas lalu lintas udara memperingatkan pesawat nahas itu tentang kemungkinan insiden tabrakan dengan burung hanya satu menit sebelum FDR dan CVR jet berhenti merekam secara bersamaan.Tak lama sebelum kotak hitam berhenti merekam, daya listrik pesawat diyakini terputus karena kedua mesinnya bertabrakan dengan burung.Salah satu pilot mengumumkan 'Mayday', yang disebabkan oleh tabrakan burung, kepada menara pengawas saat pesawat melakukan manuver go-around.Rekaman kamera televisi sirkuit tertutup (closed-circuit television/CCTV) bandara menunjukkan bahwa pesawat menabrak sekawanan burung. Bulu dan noda darah dari salah satu jenis burung musim dingin yang paling umum ditemui di Korsel pun ditemukan di kedua mesin.Pada 29 Desember tahun lalu, pesawat penumpang tersebut mendarat tanpa roda belakang (heel), tergelincir dari landasan pacu dan menabrak gundukan beton yang dilengkapi dengan localizer di ujung landasan pacu di Bandar Udara Internasional Muan, sekitar 290 km barat daya ibu kota Seoul.Localizer merujuk pada bagian dari sistem pendaratan instrumen yang menyediakan panduan garis tengah (centerline) landasan pacu bagi pesawat.Sebanyak 179 dari 181 orang di dalam pesawat dipastikan tewas. Hanya dua orang yang berhasil diselamatkan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – AS catat hampir 48.000 kasus infeksi pekanan pada anak
Indonesia
•
29 Dec 2022

Main medsos 2 jam sehari bisa tingkatkan risiko depresi pada remaja, studi 10 tahun ungkap faktanya
Indonesia
•
13 Jun 2026

Komisaris HAM PBB: Konflik global jadi peringatan bagi masyarakat internasional
Indonesia
•
08 Dec 2023

Kepala badan energi dunia sebut China berkontribusi besar dalam kurangi emisi karbon global
Indonesia
•
11 Nov 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
