
Kunjungan Presiden Xi ke Asia Tengah tekankan pentingnya Kazakhstan dan Uzbekistan

Presiden China Xi Jinping menghadiri dan menyampaikan pidato di sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg ke-25 dalam format virtual sesuai undangan pada 17 Juni 2022. (Xinhua/Ju Peng)
Kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke Kazakhstan dan Uzbekistan menunjukkan China sangat memandang penting Organisasi Kerja Sama Shanghai serta hubungan dengan kedua negara.
Beijing, China (Xinhua) – Kehadiran Presiden China Xi Jinping di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) mendatang dan kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan dan Uzbekistan menunjukkan China sangat memandang penting SCO serta hubungan dengan kedua negara, kata seorang juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China pada Selasa (13/9).Menurut Kemenlu China, Xi akan menghadiri pertemuan Dewan Kepala Negara SCO ke-22 di Kota Samarkand dan melakukan kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan dan Uzbekistan mulai 14 hingga 16 September, atas undangan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev."Ini akan menjadi acara diplomasi kepala negara terpenting bagi China menjelang Kongres Nasional Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) ke-20, yang menunjukkan bahwa China sangat memandang penting SCO serta hubungan kami dengan Kazakhstan dan Uzbekistan," ujar Jubir Kemenlu China Mao Ning dalam jumpa pers rutin.Mao menuturkan bahwa perubahan besar dalam lanskap internasional dan pandemik COVID-19 yang berkepanjangan semakin menggarisbawahi peran yang diemban SCO dalam menegakkan keamanan dan stabilitas regional serta mendorong pembangunan dan kemakmuran negara-negara.Mao menyampaikan bahwa di KTT SCO mendatang, Xi akan bertukar pandangan secara mendalam dengan para pemimpin lainnya yang berpartisipasi dalam KTT itu dengan fokus pada kerja sama SCO seluruh dimensi serta isu-isu internasional dan regional utama untuk membangun pemahaman bersama dan membuka babak baru untuk kerja sama."Kami meyakini bahwa SCO akan terus melanjutkan Semangat Shanghai, tetap setia pada misi pendiriannya, dan bekerja keras untuk mencapai lebih banyak hal lagi dalam perjalanan baru ke depan dan membuat kontribusi yang lebih besar bagi upaya perdamaian serta pembangunan global dan regional saat organisasi tersebut menginjak usia tiga dekadenya," urai sang jubir.Seraya mengungkapkan bahwa Kazakhstan dan Uzbekistan merupakan dua tetangga China yang bersahabat sekaligus mitra strategis komprehensif, dan negara penting di sepanjang Sabuk dan Jalur Sutra, Mao mengatakan sejak pembentukan hubungan diplomatik antara China dan kedua negara itu tiga dekade yang lalu, China dan dua negara tersebut selalu mematuhi prinsip saling menghormati, hubungan bertetangga yang baik, persahabatan, saling membantu, dan kerja sama yang saling menguntungkan, serta memajukan hubungan bilateral ke level yang baru."Kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping mendatang akan menandai tahap baru dalam hubungan China dengan dua negara tersebut," kata Mao.Menurut Mao, dalam kunjungan itu, Xi akan menggelar pembicaraan dengan Presiden Kazakhstan Tokayev dan Presiden Uzbekistan Mirziyoyev. Mereka akan melakukan pembahasan secara mendalam terkait hubungan bilateral, kerja sama di berbagai bidang, serta isu-isu internasional dan regional yang menjadi kepentingan bersama.Kami yakin kunjungan tersebut akan memberikan cetak biru, tujuan, dan dorongan baru bagi hubungan China dengan kedua negara di Asia Tengah tersebut, imbuh Mao.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia sebut hubungan dengan AS masih dalam 'krisis' meskipun pertukaran tahanan sukses
Indonesia
•
09 Dec 2022

Portugal resmi akui Negara Palestina
Indonesia
•
23 Sep 2025

Lima negara terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB
Indonesia
•
04 Jun 2026

Sudan tuding paramiliter RSF dalang pengeboman Masjid di El Fasher yang tewaskan 70 lebih orang
Indonesia
•
23 Sep 2025


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
