
Kurma beri manfaat pada otak, jantung dan ibu hamil

Ilustrasi. (pictavio on Pixabay)
- Dengan limpahan antioksidan pelindung, yaitu polifenol, karetonoid, dan lignin, kurma telah terbukti membantu mengelola risiko penyakit kronis, yakni kondisi medis yang berlangsung dalam kurun waktu lama atau terjadi secara perlahan-lahan, seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes.
- Kurma membantu mendukung kesehatan usus. Sebuah studi kecil tahun 2015 menemukan bahwa mengonsumsi kurma dapat mengurangi kanker usus besar karena kandungan serat dan polifenolnya yang tinggi. Kurma juga memiliki manfaat anti-mikroba dalam tubuh. Dalam sebuah penelitian lainnya, 21 orang yang mengonsumsi tujuh buah kurma per hari selama 21 hari mengalami peningkatan frekuensi buang air besar yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang tidak makan buah lezat ini.
- Kurma membantu meningkatkan kesehatan tulang karena karena kandungan vitamin K seperti fosfor, kalium, kalsium dan magnesium.
- Mengonsumsi kurma dalam beberapa pekan sebelum melahirkan dapat membantu proses kelahiran alami karena buah ini meningkatkan pelebaran serviks. Senyawa dalam kurma diyakini meniru efek oksitosin yaitu hormon yang terlibat dalam kontraksi persalinan dan mempercepat waktu melahirkan.
- Sirup kurma memiliki Indeks Glikemik (IG) dan kandungan fruktosa yang rendah dibandingkan pemanis lainnya, karenanya kurma sangat cocok dikonsumsi saat berbuka puasa karena membantu terhindar dari makan berlebihan setelah selesai berpuasa.
- Kurma meningkatkan kesehatan otak. Sebuah studi yang dipimpin Musthafa Mohamed Essa, Ph.D dan rekan-rekannya menunjukkan kandungan polifenol dalam kurma memberikan perlindungan terhadap stres oksidatif dan peradangan di otak sehingga berpotensi memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer dan demensia (gangguan kemampuan menyimpan memori).
- Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition menunjukkan kurma yang kaya gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa membantu mengembalikan tingkat energi secara cepat.
- Kurma mencegah penyakit jantung. Studi oleh Waseem Rock et al. dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menyimpulkan bahwa konsumsi kurma efektif menurunkan kadar trigliserida dan mengurangi stres oksidatif yang menjadi faktor risiko penyakit jantung dan aterogenesis yang merupakan penumpukan plak lemak di arteri.
- Kurma berpotensi mengobati disfungsi seksual. Studi di India menyatakan serbuk sari kurma yang bersifat afrodisiak dapat dipertimbangkan untuk mengobati infertilitas pria dalam pengobatan tradisional.
- Membantu meredakan gejala SAR. Menurut penelitian di tahun 2012, kurma memiliki dampak positif pada Seasonal Allergic Rhinitis (SAR), yaitu suatu kondisi yang mempengaruhi sekitar 30 juta orang di AS saja. Inflammatory Research mempublikasikan sebuah studi yang menemukan imunoterapi kurma efektif dalam mengurngi beberapa penanda peradangan pada pasien dengan rhinitis alergi yakni adalah reaksi alergi yang menyebabkan bersin, hidung tersumbat, hidung gatal dan sakit tenggorokan.
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mulailah 'fair trade' bagi pedagang kecil
Indonesia
•
15 Sep 2019

Museum Tembok Besar China keluarkan seruan global terkait peninggalan budaya
Indonesia
•
27 Jul 2023

Menlu Mesir tekankan tak ada ruang untuk 'polarisasi politik, ekonomi' di KTT iklim COP27
Indonesia
•
25 Oct 2022

Hongkong Post akan terbitkan prangko spesial sambut Tahun Kelinci
Indonesia
•
20 Dec 2022


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
