
Kuwait buka kembali operasional bandara usai dugaan serangan Iran yang tewaskan 1 orang

Seorang personel polisi tampak bertugas di Terminal 1 Bandar Udara Internasional Kuwait di Kegubernuran Farwaniya, Kuwait, pada 1 Juni 2026. (Xinhua/Asad)
Kuwait City, Kuwait (Xinhua/Indonesia Window) – Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (Directorate General of Civil Aviation/DGCA) Kuwait pada Rabu (3/6) mengumumkan pembukaan kembali seluruh penerbangan Kuwait Airways melalui Terminal 4 di Bandar Udara (Bandara) Internasional Kuwait setelah dugaan serangan Iran yang menewaskan satu orang dan melukai 63 lainnya.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, DGCA menyampaikan keputusan itu diambil menyusul inspeksi lapangan dan evaluasi teknis ekstensif yang dilaksanakan oleh tim khusus dan otoritas terkait untuk memverifikasi kesiapan operasional terminal tersebut dan kemampuannya untuk melayani penerbangan dan penumpang dengan aman.
Sebelumnya pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Kuwait mengungkapkan satu orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka setelah rudal balistik dan drone menghantam fasilitas-fasilitas sipil dan vital di seluruh negara itu, termasuk Bandara Internasional Kuwait, dalam serangan yang menurut Kuwait berkaitan dengan Iran.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian itu mengutuk keras apa yang digambarkannya sebagai serangan Iran yang terus berlanjut dan menargetkan infrastruktur sipil utama.
Kemudian pada hari yang sama, otoritas kesehatan Kuwait menguraikan 63 orang terluka dalam serangan itu, yang memicu pengaktifan rencana tanggap darurat dan mobilisasi tim medis di seluruh negara Teluk tersebut.
Abdullah Al-Sanad, juru bicara Kementerian Kesehatan Kuwait, menuturkan dalam sebuah pernyataan pers bahwa kementeriannya telah bersiaga penuh sejak jam-jam awal serangan dan menerapkan langkah darurat untuk menangani para korban.
Al-Sanad mengatakan rumah sakit telah menerima 63 korban luka dan melakukan tujuh pembedahan darurat skala besar menyusul insiden itu.
Para korban luka mencakup warga sipil, pegawai bandara, dan pelaku perjalanan, paparnya, seraya menambahkan bahwa para korban menderita berbagai macam luka, termasuk patah tulang, luka di bagian kepala, pendarahan otak, amputasi, dan luka akibat ledakan, serta kasus-kasus keracunan asap.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Masjid di Sydney kumandangkan adzan subuh setelah menang di pengadilan
Indonesia
•
26 Jun 2021

Pengadilan Korsel jadwalkan sidang akhir kasus pemakzulan Yoon pada 25 Februari
Indonesia
•
22 Feb 2025

Kremlin sebut tekanan AS buat Kuba krisis BBM
Indonesia
•
13 Feb 2026

Turkiye luncurkan penyelidikan atas pembunuhan wanita Turkiye-Amerika di Tepi Barat
Indonesia
•
14 Sep 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
