
Indonesia-China tandatangani MoU pembangunan laboratorium riset gabungan bidang material energi baru

Foto yang diabadikan pada 6 Juli 2023 ini menunjukkan Institut Teknologi Bandung (ITB), Central South University of China, dan GEM Co., Ltd., sebuah perusahaan teknologi ramah lingkungan terkemuka di China, sedang menandatangani MoU mengenai pembangunan laboratorium riset gabungan, di Bandung. (Xinhua/Xu Qin)
Laboratorium riset gabungan di bidang material energi baru dan teknologi teknik metalurgi akan dibangun dalam kerangka kerja sama antara Institut Teknologi Bandung (ITB), Central South University of China, dan GEM Co., Ltd., sebuah perusahaan teknologi ramah lingkungan terkemuka di China.
Jakarta (Xinhua) – Sebuah perusahaan China bersama dua universitas dari China dan Indonesia pada Senin (6/11) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk membangun sebuah laboratorium riset gabungan di bidang material energi baru dan teknologi teknik metalurgi.Ketiga pihak tersebut, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Central South University of China, dan GEM Co., Ltd., sebuah perusahaan teknologi ramah lingkungan terkemuka di China, sepakat untuk melakukan riset inovatif di bidang pembangunan berkelanjutan, pengembangan sumber daya mineral utama, material energi baru, daur ulang sumber daya, dan teknologi ramah lingkungan, guna membantu mempercepat proses elektrifikasi di Indonesia, serta mendorong pertukaran budaya dan teknologi di antara kedua negara.Pada acara penandatanganan MoU tersebut, GEM dan ITB juga menandatangani sebuah perjanjian beasiswa. Dalam perjanjian itu, GEM akan membantu mahasiswa ITB yang berprestasi untuk belajar di China dan mahasiswa yang kurang mampu untuk menyelesaikan pendidikan mereka.Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mengatakan dalam acara tersebut bahwa Indonesia kaya dengan sumber daya pertambangan, tetapi kekurangan teknologi dan talenta di bidang teknik. ITB dan mahasiswa-mahasiswa masa depan akan mendapatkan manfaat dari upaya yang dilakukan oleh ketiga pihak pada hari itu.Chairman GEM Xu Kaihua mengatakan bahwa perusahaannya telah berinvestasi sejak 2019 untuk membangun sebuah kawasan industri nikel berteknologi tinggi di Indonesia, yang membantu Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara yang dapat memproduksi material energi baru secara langsung dari bijih nikel dalam tanah laterit.Kawasan industri tersebut telah menciptakan lebih dari 3.000 lapangan pekerjaan lokal, mengembangkan bakat-bakat lokal, dan membantu teknik metalurgi Indonesia serta teknologi inovasi material energi baru hingga mencapai level canggih di kancah dunia, tutur Xu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah umumkan penetapan jadwal haji reguler 2026 M
Indonesia
•
25 Nov 2025

Presiden Jokowi tiba di Phnom Penh, Kamboja
Indonesia
•
10 Nov 2022

Menaker RI tekankan penguatan kerja sama ketenagakerjaan dengan Azerbaijan
Indonesia
•
22 May 2026

Indonesia-Meksiko tandatangani lima kerja sama pendidikan tinggi
Indonesia
•
23 Dec 2021


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
