
Kemenag susun panduan praktis membaca Al-Qur’an Braille bernama Iqro’na

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama telah menyelesaikan penyusunan panduan praktis membaca Al-Qur’an Braille, yang disebut Iqro' bil-kitabah al-Arabiyah an-Nafirah, disingkat Iqro’na. (Kementerian Agama RI)
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama telah menyelesaikan penyusunan panduan praktis membaca Al-Qur’an Braille, yang disebut Iqro' bil-kitabah al-Arabiyah an-Nafirah, disingkat Iqro’na.
Jakarta (Indonesia Window) – Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama telah menyelesaikan penyusunan panduan praktis membaca Al-Qur’an Braille. Panduan ini disebut Iqro' bil-kitabah al-Arabiyah an-Nafirah, disingkat Iqro’na. Kata Iqro' dalam panduan ini ditulis dalam huruf Arab Braille.“Ini adalah panduan praktis membaca Al-Qur’an Braille yang didedikasikan untuk Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Muslim Indonesia,” terang Kepala LPMQ Abdul Aziz Sidqi di Jakarta, Jumat, dikutip dari situs jejaring Kementerian Agama.Iqro’na, lanjutnya, lahir sebagai tindak lanjut dari aspirasi berbagai komunitas tunanetra yang mengharapkan tersedianya panduan belajar Al-Qur’an Braille sebagaimana yang dipakai kalangan orang awas, seperti Qiro’ati, Iqro’, dan lain sebagainya.Pedoman Membaca dan Menulis Al-Qur’an Braille yang telah tersedia sebelumnya belum memadai untuk belajar membaca Al-Qur’an bagi para pemula. Pasalnya, penyusunan pedoman tersebut lebih mengacu pada aspek kaidah penulisan, sehingga belum efektif jika digunakan untuk belajar membaca Al-Qur’an Braille bagi pemula.“Itulah yang menyebabkan sejumlah lembaga dan komunitas tunanetra menyusun buku panduan membaca dengan metode dan pendekatan yang beragam. Keragaman itu pula yang membuat buku-buku panduan tersebut memiliki keterbatasan dan tidak bisa digunakan secara luas oleh tunanetra Muslim di Indonesia,” jelas Aziz.Dalam menyusunan panduan tersebut, menurutnya, LPMQ melibatkan para ahli dan praktisi dari berbagai lembaga dan komunitas tunanetra Muslim di Tanah Air. Mereka antara lain Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Yaketunis Yogyakarta, Yayasan Penyantun Wyata Guna Bandung, Roudlatul Makfufin Tangerang Selatan, Sahabat Mata Semarang, Ummi Maktum Voice Bandung, dan Yayasan Media Adaptive Lampung.Panduan Iqra'na juga telah melalui proses uji terap di sejumlah komunitas tunanetra di berbagai daerah, termasuk Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.Sebagai panduan membaca Al-Qur’an Braille, Iqro’na disusun dengan mempertimbangkan kemudahan dalam mempelajari bacaan Al-Qur’an. Sistematikanya disusun sedemikian rupa dengan mengacu pada prinsip pentahapan (graduasi), dimulai dari yang mudah hingga yang sulit, dari yang sederhana hingga yang rumit.“Secara substansi, Iqro’na dibuat dengan materi kaidah membaca Al-Qur’an yang cukup lengkap, mulai pengenalan huruf hingga bacaan ‘garib’,” jelas Aziz, seraya menambahkan bahwa penyajiannya dibuat praktis, dengan lebih banyak menekankan pada latihan atau praktik dibandingkan teori.“Namun demikian, Iqro’na harus diajarkan di bawah bimbingan guru yang sudah terampil,” sambungnya.Aziz berharap, kehadiran Iqro’na dapat mendukung gerakan pengentasan buta huruf Al-Qur’an Braille di kalangan tunanetra Muslim Indonesia sebagaimana dicanangkan Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) sebagai satu-satunya organisasi yang menaungi seluruh tunanetra Muslim di Tanah Air.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kementerian RI sepakati kerja sama adaptasi lingkungan dengan universitas Australia
Indonesia
•
11 Oct 2019

COVID-19 – Lebih 27 juta penduduk Indonesia terima vaksin lengkap
Indonesia
•
14 Aug 2021

Potensi kerumunan jadi alasan dibatalkannya kajian Islam di Muslim LifeFair
Indonesia
•
26 Mar 2022

COVID-19 – 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca tiba di Indonesia
Indonesia
•
08 Mar 2021


Berita Terbaru

China-Indonesia perkuat diplomasi parlemen, kerja sama substantif jadi sasaran
Indonesia
•
21 Sep 2026

Pemerintah siapkan produksi E20 dalam dua tahun, tebu jadi sumber etanol
Indonesia
•
20 Sep 2026

ADB setujui 11,51 triliun rupiah untuk indonesia, fokus pada fiskal, digitalisasi, dan layanan publik
Indonesia
•
19 Sep 2026

Kemnaker bekali penyandang disabilitas keterampilan membuat jus sehat
Indonesia
•
18 Sep 2026
