Kedubes China di Inggris bantah laporan tentang situasi HAM di China

Anak-anak menyaksikan video melalui ponsel bersama anggota keluarga mereka di Desa Rasekam di Wilayah Otonom Etnis Tajik Taxkorgan, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, pada 24 Februari 2022. (Xinhua/Ding Lei)
Laporan tentang HAM di China 2021, yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris, dibantah oleh Kedutaan Besar (Kedubes) China di Inggris, menekankan bahwa semua urusan yang berkaitan dengan Xinjiang, Hong Kong, dan Tibet merupakan urusan dalam negeri China, dan tidak mengizinkan campur tangan dari pihak asing.
London, Inggris (Xinhua) – Kedutaan Besar (Kedubes) China di Inggris pada Sabtu (10/12) menyesalkan dan menentang "komentar tidak bertanggung jawab" dan "tuduhan tidak masuk akal" mengenai situasi Hak Asasi Manusia (HAM) di China dalam sebuah laporan 2021 yang baru-baru ini dirilis oleh Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris.Menanggapi tudingan tidak berdasar laporan tentang HAM tersebut, bahwa situasi hak asasi manusia di China terus memburuk, pihak kedubes mengatakan, "China selalu berkomitmen untuk mempromosikan serta melindungi hak asasi manusia dan kebebasan dasar rakyatnya, serta telah membuat kemajuan besar dalam perjuangan hak asasi manusia, yang merupakan sebuah fakta yang diakui oleh siapa pun yang bebas dari prasangka."Kedubes tersebut menekankan bahwa semua urusan yang berkaitan dengan Xinjiang, Hong Kong, dan Tibet merupakan urusan dalam negeri China, dan tidak mengizinkan campur tangan dari pihak asing.Xinjiang berada dalam periode pembangunan terbaik dalam sejarah, dengan pembangunan ekonomi, stabilitas sosial, peningkatan mata pencaharian, dan persatuan etnis, kata pihak kedubes, sembari mengungkapkan bahwa kebijakan pemerintah China di Xinjiang telah mendapatkan dukungan penuh masyarakat dari semua kelompok etnis.Mengenai Hong Kong, selama 25 tahun terakhir sejak kembali ke pangkuan China, penduduk Hong Kong telah menikmati lebih banyak hak dan kebebasan sesuai hukum dibandingkan dengan yang mereka dapatkan selama pemerintahan kolonial Inggris, kata kedubes tersebut.Perihal Tibet, ekonomi daerah tersebut telah mempertahankan pertumbuhan yang pesat dan kehidupan masyarakat terus membaik sejak pembebasan damai Tibet lebih dari 70 tahun lalu, kata pihak kedubes, seraya menambahkan bahwa masyarakat dari seluruh kelompok etnis menikmati kebebasan beragama sesuai hukum, dan semua hak mereka dilindungi sepenuhnya.China selalu menyambut media dan jurnalis dari negara-negara lain untuk meliput di China sesuai dengan hukum dan peraturan, dan klaim pihak Inggris tentang pembatasan China terhadap kebebasan media sama sekali tidak berdasar, tambah pihak kedubes."Kami mendesak pihak Inggris untuk mengoreksi kemunafikannya terkait isu-isu hak asasi manusia, menghentikan praktik standar gandanya, serta berhenti mencampuri urusan dalam negeri China dengan cara apa pun," papar pernyataan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Badan bantuan serukan dana dukung kebutuhan kemanusiaan di Sudan
Indonesia
•
06 May 2023

COVID-19 – Sistem kesehatan Jepang kewalahan hadapi lonjakan kasus baru
Indonesia
•
20 Aug 2022

WHO: Penyakit mematikan iringi kekeringan di Somalia
Indonesia
•
09 Jul 2022

Kamboja sulap bekas ladang ranjau jadi lahan subur untuk pertanian, urbanisasi, dan pembangunan
Indonesia
•
28 Nov 2024
Berita Terbaru

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS
Indonesia
•
27 Jan 2026
