
Majelis Umum PBB desak otoritas Afghanistan izinkan anak perempuan kembali bersekolah

Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dennis Francis berbicara dalam sebuah konferensi pers di markas besar PBB di New York pada 28 September 2023. (Xinhua/Xie E)
Larangan bersekolah bagi perempuan dan anak perempuan Afghanistan dinilai sebagai suatu anakronisme global yang perlu dibenahi oleh pemerintah negara tersebut.
PBB (Xinhua) – Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dennis Francis pada Kamis (28/9) mendesak otoritas Afghanistan agar mempertimbangkan kembali keputusan mereka melarang perempuan dan anak perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.Perempuan dan anak perempuan Afghanistan, seperti halnya laki-laki, memiliki hak-hak yang tidak boleh dirampas, hak asasi manusia yang harus dijunjung tinggi dan dihormati, tutur Francis."Jadi, saya mendesak otoritas Afghanistan agar mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut dan mengizinkan anak perempuan untuk bersekolah, mendapatkan pendidikan, sehingga mereka dapat berperan dalam pembangunan komunitas dan masyarakat mereka," kata Francis dalam sebuah konferensi pers."Mereka dapat memberikan nilai tambah dalam menjadikan Afghanistan negara yang kuat dan kohesif, yang saya yakin mereka inginkan, dan tidak menciptakan rasa putus asa dengan melarang anak perempuan bersekolah. Larangan itu bukanlah perilaku yang akan memperkuat negara tersebut. Justru, larangan itu akan memperlemah negara," kata Francis. "Oleh karena itu, saya meminta mereka untuk mempertimbangkan kembali kebijakan ini, lebih cepat lebih baik."Francis mengatakan bahwa Afghanistan merupakan satu-satunya negara di dunia yang tidak mengizinkan anak perempuannya mengenyam pendidikan."Kenyataan ini sungguh tidak dapat dipercaya. Larangan tersebut adalah suatu anakronisme. Ini adalah anakronisme global. Dan anakronisme perlu dibenahi," ujarnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

WHO konfirmasi kasus kedua hantavirus di kapal pesiar Belanda
Indonesia
•
06 May 2026

Wabah listeria yang mematikan picu penarikan daging deli secara nasional di AS
Indonesia
•
27 Jul 2024

WHO catat lebih dari 1.000 kasus hepatitis misterius pada anak
Indonesia
•
14 Jul 2022

Diorama Lego terbesar di dunia hidupkan kembali lukisan China kuno ikonis
Indonesia
•
08 Oct 2024


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
