
Pakar: Masuknya Ethiopia ke dalam BRICS genjot pertumbuhan ekonomi

Orang-orang berjalan di dekat venue Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-15 di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 20 Agustus 2023. (Xinhua/Zhang Yudong)
Masuknya Ethiopia dalam BRICS diharapkan akan membuka jalan baru bagi pertumbuhan ekonomi, memperkuat hubungan politik, dan meningkatkan kerja sama regional, menjadikannya tonggak penting dalam pembangunan negara tersebut.
Addis Ababa, Ethiopia (Xinhua) – Masuknya Ethiopia ke dalam mekanisme BRICS diharapkan dapat memfasilitasi pertumbuhan ekonomi negara tersebut, dan membantu menjalin kerja sama politik yang kuat serta langgeng dengan keluarga BRICS, demikian disampaikan para pakar Ethiopia.Para pemimpin BRICS pada Kamis (24/8) sepakat untuk mengundang enam negara, yaitu Argentina, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA), untuk bergabung dengan kelompok tersebut. Keanggotaan mereka akan berlaku efektif pada 1 Januari 2024."Bekerja sama dengan negara-negara tersebut akan memajukan pembangunan ekonomi kami dengan menarik investasi asing langsung untuk proyek-proyek industrialisasi dan infrastruktur," kata Balew Demissie, lektor kepala di Universitas Addis Ababa, kepada Xinhua dalam sebuah wawancara baru-baru ini.Menyoroti potensi keuntungan dari kolaborasi Ethiopia dengan BRICS, Demissie mengatakan bahwa "kerja sama ini dapat meningkatkan konektivitas di dalam negeri dan dengan negara-negara tetangga, memfasilitasi perdagangan, mendorong integrasi regional, dan menciptakan berbagai peluang ekonomi baru."Demissie lebih lanjut menekankan tujuan Ethiopia untuk memodernisasi sektor pertaniannya, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan produksi serta distribusi pangan melalui pemanfaatan teknologi pertanian yang canggih dan pengetahuan dari negara-negara anggota BRICS.
Seorang pekerja mengangkut biji kopi di sebuah gudang di Mullege Coffee Export PLC, salah satu perusahaan pengekspor kopi terkemuka di Ethiopia, di Addis Ababa, Ethiopia, pada 1 Juli 2023. (Xinhua/Michael Tewelde)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

ADB proyeksikan perekonomian berkembang di Asia dan Pasifik tumbuh 4,9 persen pada 2024 dan 2025
Indonesia
•
13 Apr 2024

Coca-Cola setuju kembali gunakan gula tebu asli untuk produk Coke
Indonesia
•
20 Jul 2025

Ketua Kelompok Bisnis Malaysia desak ASEAN lawan kenaikan tarif AS
Indonesia
•
07 Apr 2025

Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional buka akses pasar baru bagi industri nasional
Indonesia
•
21 Oct 2020


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
