Studi: Memiliki ponsel pintar di usia sebelum dewasa berkaitan dengan penurunan kondisi kesehatan

Memiliki ponsel pintar

Anak-anak menonton video di sebuah telepon seluler (ponsel) bersama anggota keluarga mereka di Desa Rasekam, Wilayah Otonom Etnis Tajik Taxkorgan, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, pada 24 Februari 2022. (Xinhua/Ding Lei)

Memiliki ponsel pintar pada usia sebelum dewasa dapat menyebabkan kondisi kesehatan buruk, memperbesar risiko depresi, obesitas, dan kurang tidur.

Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Memiliki telepon seluler (ponsel) pintar pada usia sebelum dewasa (younger age) berkaitan dengan kondisi kesehatan yang lebih buruk, demikian menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan pada Senin (1/12).

Penelitian yang telah dipublikasikan di dalam jurnal Pediatrics itu menganalisis data dari 10.000 lebih anak berusia 12 tahun yang berpartisipasi dalam Studi Perkembangan Kognitif Otak Remaja (Adolescent Brain Cognitive Development Study).

Studi itu menemukan bahwa, pada usia 12 tahun, kepemilikan ponsel pintar berkaitan dengan risiko depresi, obesitas, dan kurang tidur yang lebih tinggi dibandingkan dengan tidak memiliki ponsel pintar.

Temuan itu memberikan ‘wawasan yang penting dan tepat waktu’ yang patut diketahui oleh para pengasuh anak terkait penggunaan ponsel pintar di kalangan remaja. Temuan itu juga mendukung pengembangan kebijakan publik yang bertujuan untuk melindungi generasi muda, urai studi tersebut.

Dalam penelitian lain yang dikutip dari situs https://www.urmc.rochester.edu/ menyebutkan, pengurangan kecil dalam penggunaan ponsel pintar dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental dan kecanduan ponsel. Dalam sebuah studi yang dilakukan di Jerman dari April 2019 hingga November 2020, hasilnya menunjukkan bahwa pengurangan penggunaan ponsel pintar satu jam per hari selama satu pekan menghasilkan penurunan depresi dan kecemasan serta peningkatan aktivitas fisik.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait