
Utusan PBB sebut stabilitas Libya penting untuk keamanan regional

Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Libya Abdoulaye Bathily memberikan pengarahan dalam pertemuan Dewan Keamanan di markas besar PBB di New York pada 22 Agustus 2023. (Xinhua/UN Photo/Loey Felipe)
Memulihkan stabilitas Libya merupakan hal yang fundamental untuk menjaga keamanan regional, mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi belakangan ini, termasuk bentrokan baru-baru ini di Tripoli, serta gejolak regional di Sudan dan Niger.
PBB (Xinhua) – Memulihkan stabilitas Libya merupakan hal yang fundamental untuk menjaga keamanan regional, demikian disampaikan oleh utusan utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Libya pada Selasa (22/8).Menjunjung tinggi stabilitas Libya saat ini lebih krusial daripada sebelumnya mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi belakangan ini, termasuk bentrokan baru-baru ini di Tripoli, serta gejolak regional di Sudan dan Niger, kata Abdoulaye Bathily, perwakilan khusus sekretaris jenderal PBB untuk Libya."Peristiwa-peristiwa yang terjadi saat ini di Libya dan kawasan tersebut menunjukkan bahwa pengaturan sementara penuh dengan risiko kekerasan dan disintegrasi bagi negara-negara," papar Bathily dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.Tanpa kesepakatan politik inklusif yang membuka jalan untuk pemilihan umum (pemilu) yang damai, inklusif, serta transparan di seluruh Libya, situasi akan memburuk sekaligus menyebabkan penderitaan lebih lanjut bagi rakyat Libya, katanya."Oleh karena itu, saya menyerukan tanggung jawab politik dan moral dari semua pemimpin untuk menutup pengaturan sementara yang terbuka ini, mengakhiri kebuntuan saat ini, serta berhenti mengandaskan aspirasi sah rakyat Libya untuk penyelenggaraan pemilu, perdamaian, dan kemakmuran," imbuhnya.Libya gagal menyelenggarakan pemilu pada Desember 2021 seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya akibat perbedaan pendapat mengenai undang-undang pemilu di antara partai-partai Libya.Sejak digulingkannya mendiang pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, pada 2011 lalu, negara itu kesulitan untuk melakukan transisi demokratis di tengah meningkatnya kekerasan dan perpecahan politik.Dalam pidatonya di hadapan Dewan Keamanan PBB, Bathily menegaskan kembali bahwa semua masalah terkait pemilu di Libya harus diselesaikan melalui diskusi dan kompromi antara semua pihak yang relevan."Langkah-langkah sepihak harus dihindari dengan segala cara jika kita ingin mencegah konflik kekerasan berlanjut seperti yang ditunjukkan oleh pengalaman selama 10 tahun terakhir," katanya. "Lanskap pemilu harus menjadi arena yang setara bagi semua kandidat."Sangat penting bagi Libya untuk mengakhiri fragmentasi institusional. Masyarakat mendambakan institusi politik, militer, keamanan, ekonomi, dan sosial yang bersatu demi menjaga integritas wilayah serta identitas nasional Libya, katanya."Terkait hal ini, pemerintahan yang bersatu, yang disepakati oleh para pemain utama, merupakan suatu keharusan untuk memimpin negara ini menuju pemilu," imbuh Bathily.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump klaim AS tenggelamkan semua kapal penebar ranjau Iran, belum jelas apakah Iran tanam ranjau di Selat Hormuz
Indonesia
•
17 Mar 2026

Hizbullah sebut belum ada desa di Lebanon yang berhasil dikuasai Israel
Indonesia
•
15 Nov 2024

Turkiye keluarkan perintah penangkapan untuk 37 pemimpin Israel terkait Gaza
Indonesia
•
09 Nov 2025

Iran sebut perkembangan situasi di Laut Merah imbas penjajahan Israel terhadap Gaza
Indonesia
•
09 Jan 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
