
Menag, Dubes Oman bahas peluang beasiswa untuk pelajar Indonesia

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menerima audiensi Duta Besar Kesultanan Oman untuk Indonesia, Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari, di kantor pusat Kementerian Agama RI, Jakarta, pada Kamis (7/5). (Kementerian Agama RI)
Oman pernah menyelenggarakan pameran yang mengangkat pesan Islam moderat, toleransi, dan perdamaian dengan nilai-nilai yang juga menjadi landasan kebijakan keagamaan Indonesia.
Jakarta (Indonesia Window) — Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menerima Duta Besar (Dubes) Kesultanan Oman untuk Indonesia, Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari, di kantor pusat Kementerian Agama RI, Jakarta, pada Kamis (7/5), membahas penguatan kerja sama bilateral, salah satunya di bidang pendidikan.
Menag dan Dubes Oman mendiskusikan peluang beasiswa bagi pelajar Indonesia di universitas-universitas Oman, khususnya untuk studi agama dan bahasa Arab.
"Selama ini, banyak mahasiswa Indonesia memilih Istanbul dan Ankara (Turkiye) sebagai tujuan studi di luar negeri, saya rasa Oman memiliki potensi besar sebagai alternatif tujuan pendidikan Islam yang belum banyak dikenal" tutur Menag.
Menag juga menyampaikan kebutuhan mendesak akan 2.000 guru bahasa Arab penutur asli (native speaker) untuk mengisi kekosongan tenaga pengajar di lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan kementerian.
Oman disebut sebagai salah satu sumber potensial untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Rencana kerja sama tersebut disambut baik oleh Dubes Oman Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari yang mengatakan bahwa kedua negara telah menjalin kedekatan selama hampir 300 tahun, dengan prinsip-prinsip kebijakan luar negeri yang serupa.
Oman bahkan pernah menyelenggarakan pameran yang mengangkat pesan Islam moderat, toleransi, dan perdamaian dengan nilai-nilai yang juga menjadi landasan kebijakan keagamaan Indonesia.
Di sektor perdagangan, potensi kerja sama juga terbuka lebar. Produk tekstil dan aksesori dari Oman disebut memiliki peluang untuk masuk ke pasar Indonesia.
Pelabuhan-pelabuhan Oman secara historis menjadi jalur dagang Asia yang strategis, dan potensi tersebut diyakini masih relevan untuk dikembangkan kembali di era modern.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju perjanjian kerja sama konkret antara Indonesia dan Oman, terutama dalam membuka jalur penerbangan langsung dan program beasiswa yang dapat memperkuat ikatan antara kedua negara.
Laporan Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Jokowi dorong pemimpin ASEAN Plus Three bersatu hadapi krisis
Indonesia
•
12 Nov 2022

Fokus Berita - Bupati Pandeglang lepas induk penyu di Pantai Tanjung Lesung
Indonesia
•
09 Jun 2023

ADB setujui pinjaman senilai 500 juta dolar AS untuk dorong pengembangan SDM di Indonesia
Indonesia
•
10 Dec 2025

Reuni 212 bawa pesan persatuan Indonesia
Indonesia
•
02 Dec 2019


Berita Terbaru

Patrialis Akbar ingatkan hakim: Salah memutus perkara, pertanggungjawabannya hingga akhirat
Indonesia
•
12 Aug 2026

Program Magang Nasional 2026 dibuka, pemerintah siapkan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi
Indonesia
•
11 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (2 dari 3 tulisan)
Indonesia
•
08 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (selesai)
Indonesia
•
08 Aug 2026
