
Menlu Iran akui perundingan putaran ke-3 capai "kemajuan baik"

Menteri Luar Negeri (Menlu) Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi (kanan) bertemu dengan Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi di Jenewa, Swiss, pada 16 Februari 2026. (Xinhua/Kementerian Informasi Oman)
Perundingan putaran ke-3 Iran-AS mencapai kemajuan baik, mencakup unsur-unsur kesepakatan di bidang nuklir dan pencabutan sanksi.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Kamis (26/2) mengatakan bahwa "kemajuan baik" berhasil dicapai dalam perundingan nuklir tak langsung putaran ketiga antara Teheran dan Washington di Jenewa, seraya menambahkan bahwa putaran keempat akan segera digelar.
Araghchi menyampaikan pernyataan itu dalam sesi wawancara dengan stasiun televisi milik pemerintah Iran, IRIB TV, pasca-negosiasi antara delegasi Iran dan Amerika Serikat (AS) selama beberapa jam di kota yang terletak di Swiss tersebut.
"Hari ini merupakan salah satu putaran negosiasi kami yang paling serius dan terlama. Kami mengadakan perundingan tak langsung selama hampir empat jam di pagi hari dan lebih dari dua jam di malam hari," kata Araghchi.
Araghchi mengatakan perundingan tersebut terutama dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi, dengan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) Rafael Grossi juga berkontribusi di beberapa bidang. Menlu Iran itu juga menyampaikan bahwa keterlibatan teknis Grossi bermanfaat dalam perundingan tersebut.
Araghchi berkata, "Saya dapat mengatakan bahwa kami mencapai kemajuan yang baik dalam perundingan intensif kami. Kami membahas unsur-unsur kesepakatan secara sangat serius di bidang nuklir dan (pencabutan) sanksi."
Araghchi menambahkan bahwa meskipun masih ada perbedaan pada beberapa isu, kedua belah pihak telah mencapai kesepahaman yang mendalam pada isu-isu lainnya dan menunjukkan keseriusan yang lebih besar dalam mencari solusi melalui negosiasi.
Araghchi mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk memulai tinjauan-tinjauan teknis di Wina, Austria, pada Senin (2/3) pekan depan.
Araghchi mengungkapkan bahwa keputusan juga sudah diambil tentang delegasi Iran dan AS yang akan segera mengadakan perundingan putaran keempat, mungkin dalam waktu kurang dari sepekan mendatang.
Putaran negosiasi terbaru tersebut dilaksanakan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS menyusul peningkatan kekuatan militer AS di kawasan Asia Barat.
Perundingan putaran pertama dan kedua sebelumnya telah digelar pada bulan ini, yakni di Muscat, ibu kota Oman, dan di Jenewa, Swiss.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Biden tegaskan kembali AS bela Taiwan jika diserang oleh China
Indonesia
•
24 May 2022

Departemen Kehakiman AS lakukan ‘penggeledahan terencana’ di rumah Biden
Indonesia
•
02 Feb 2023

Tulus atau munafik? Netanyahu kecam kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
30 Aug 2026

Putin sebut Rusia siap tingkatkan ekspor pupuk
Indonesia
•
24 Nov 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
