
Perdagangan barang global tumbuh kuat pada Q1 2025, tetapi diproyeksi bakal melambat

Foto yang diabadikan pada 3 Juli 2025 ini menunjukkan mobil-mobil yang akan dijual di sebuah pelabuhan di Yokohama, Jepang. (Xinhua/Jia Haocheng)
Momentum pertumbuhan akan melambat dalam beberapa bulan mendatang mengingat stok barang yang terisi penuh dan kenaikan tarif mulai membebani permintaan impor.
Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Volume perdagangan barang global membukukan pertumbuhan yang kuat pada kuartal pertama (Q1) 2025, tetapi laju pertumbuhannya diperkirakan akan melambat dalam beberapa bulan mendatang tahun ini, papar Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Selasa (15/7).Menurut data terbaru yang dirilis oleh WTO, volume perdagangan barang dunia naik 3,6 persen secara kuartalan (quarter on quarter) dan naik 5,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Q1, sebagian besar didorong oleh lonjakan impor di Amerika Utara sebagai antisipasi tarif yang lebih tinggi di Amerika Serikat.Namun, para ekonom WTO memperkirakan momentum pertumbuhan akan melambat dalam beberapa bulan mendatang mengingat stok barang yang terisi penuh dan kenaikan tarif mulai membebani permintaan impor.Dalam laporan Proyeksi dan Statistik Perdagangan Global (Global Trade Outlook and Statistics) yang dirilis pada April, WTO memperkirakan penurunan 0,2 persen dalam volume perdagangan barang global untuk tahun 2025, memperingatkan risiko penurunan serius yang berasal dari pemberlakuan kembali "tarif resiprokal" AS dan limpahan (spillover) dari ketidakpastian kebijakan perdagangan.
Foto yang diabadikan di Pelabuhan Vancouver ini menunjukkan tumpukan peti kemas kargo di terminal peti kemas Centerm, Vancouver, Kanada, pada 5 Juni 2025. (Xinhua/Liang Sen)
Gedung Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terlihat di Jenewa, Swiss, pada 5 April 2023. (Xinhua/Lian Yi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tibet di China perkuat pengembangan energi bersih
Indonesia
•
31 Dec 2022

Filipina umumkan keadaan darurat ketahanan pangan untuk kendalikan lonjakan harga beras
Indonesia
•
06 Feb 2025

Minyak menetap di dekat tertinggi 2014 dipicu eskalasi Rusia-Ukraina
Indonesia
•
23 Feb 2022


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
