
OPEC+ naikkan produksi minyak 188.000 barel per hari mulai September

Harga bensin ditampilkan di sebuah SPBU di London, Inggris, pada 26 Maret 2026. (Xinhua/Li Ying)
Wina, Austria (Xinhua/Indonesia Window) – Tujuh negara OPEC+ pada Ahad (2/8) sepakat menaikkan batas maksimum produksi minyak pada September sebesar 188.000 barel per hari (bph) dari tingkat bulan Agustus, menurut pernyataan yang dirilis setelah pertemuan virtual OPEC+.
Keputusan tersebut diumumkan seusai pertemuan yang dihadiri oleh Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, yang meninjau kondisi dan prospek pasar global.
Negara-negara OPEC+ terdiri dari anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitra-mitranya.
Dalam komitmen kolektif mereka untuk mendukung stabilitas pasar minyak, tujuh negara peserta memutuskan untuk meningkatkan produksi melalui pelonggaran pemangkasan produksi sukarela yang diumumkan pada April 2023, kata pernyataan itu. Pemangkasan produksi sukarela sebesar 1,65 juta bph itu pertama kali diumumkan pada April 2023 dan kemudian diperpanjang hingga akhir tahun 2026.
Keputusan yang diambil pada Ahad tersebut menandai bulan keenam berturut-turut bagi OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyaknya.
Menurut pernyataan tersebut, ketujuh negara akan secara fleksibel menyesuaikan produksi mereka sesuai dengan kondisi pasar yang terus berubah. Mereka dijadwalkan menggelar pertemuan pada 6 September untuk memutuskan tingkat produksi untuk Oktober.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China kurangi intensitas emisi karbon secara signifikan
Indonesia
•
13 Jul 2023

Stabilitas keuangan Korsel makin tak pasti di tengah sskalasi konflik Timur Tengah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Instalasi tumpukan pakaian di Praha soroti isu limbah tekstil
Indonesia
•
16 Nov 2024

Makanan laut dan olahan Indonesia tembus pasar AS senilai 898,5 juta dolar AS
Indonesia
•
02 Sep 2020


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
