
Organisasi Maritim Internasional imbau kapal-kapal di dekat Selat Hormuz untuk ekstra waspada

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Februari 2025 ini menunjukkan Selat Hormuz. (Xinhua/Wang Qiang)
Situasi di perairan dekat Selat Hormuz masih bergejolak, kapal-kapal di area itu diimbau ekstra waspada.
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Juru bicara Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) pada Senin (20/4) menyampaikan bahwa situasi di perairan dekat Selat Hormuz masih bergejolak, dan mengimbau kapal-kapal di area itu untuk ekstra waspada.
"Situasinya masih terus bergejolak. Kapal-kapal harus ekstra waspada dan tidak mengambil risiko tanpa jaminan keamanan," ujar sang juru bicara dalam sebuah pernyataan.
Menurut informasi yang dirilis di situs jejaring IMO, per 19 April, total 24 serangan terhadap kapal di perairan yang terdampak telah dikonfirmasi, yang menyebabkan tewasnya 10 pelaut.
IMO, lembaga khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan maritim, serta pencegahan pencemaran laut dan atmosfer dari kapal, menyerukan deeskalasi, dialog, dan kerja sama multilateral terkait situasi di Selat Hormuz.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Umroh tahap pertama dibuka bagi 6.000 jamaah per hari
Indonesia
•
28 Sep 2020

Dewan Keamanan PBB dukung pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Indonesia
•
19 Nov 2025

Trump ancam sanksi pembeli minyak Iran usai putaran pembicaraan berikutnya ditunda
Indonesia
•
03 May 2025

G20 butuh solidaritas dan kerja sama lebih kuat untuk atasi krisis global
Indonesia
•
14 Nov 2022


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
