
Huayou dari China dan LG Chem dari Korsel jalin kerja sama untuk bangun pabrik baterai di Indonesia

Foto ini menunjukkan sesi foto bersama sejumlah petinggi Huayou Group dan LG Chem usai penandatanganan kerja sama untuk pembangunan pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia dan Maroko yang berlangsung di Kawasan Industri Huayou Quzhou, China, pada 22 September 2023. (Sumber: Dokumen Huayou Group)
Pabrik baterai di Indonesia di bawah kerja sama produsen bahan baku baterai asal China Huayou Cobalt dan perusahaan asal Korea Selatan LG Chem akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 50.000 ton prekursor dan refining.
Hangzhou, China (Xinhua) – Produsen bahan baku baterai asal China Huayou Cobalt dan perusahaan asal Korea Selatan LG Chem menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan pabrik baterai di Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua perusahaan itu dilakukan di Kawasan Industri Huayou Quzhou, China, baru-baru ini.Berdasarkan perjanjian kerja sama tersebut, kedua pihak akan mendirikan perusahaan patungan di Indonesia dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 50.000 ton prekursor dan refining. Namun, kerja sama itu juga memungkinkan produksi yang lebih besar lagi untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar dan kelayakan investasi.Selain itu, kedua perusahaan tersebut juga akan mendirikan pabrik di Indonesia dengan produksi tahunan 60.000 ton logam nikel HPAL. Meski demikian, pihak perusahaan belum memaparkan detail terkait lokasi proyek tersebut.Selain di Indonesia, kerja sama itu mencakup rencana pembangunan pabrik bahan baku baterai di Maroko dengan produksi tahunan 52.000 ton garam lithium. Serupa dengan kerja sama di Indonesia, kedua perusahaan juga memiliki fleksibilitas untuk melakukan produksi dengan skala lebih besar untuk proyek di Maroko.Dalam keterangan resminya, Chairman Huayou Group Chen Xuehua mengibaratkan kerja sama ini seperti estafet obor Asian Games, yang menandakan bahwa kedua perusahaan telah memasuki babak baru untuk terus meningkatkan kolaborasi strategis. Kerja sama ini juga dinilai akan mendukung optimalisasi alokasi sumber daya global, menyempurnakan lanskap industri global, dan memperkuat pengaruh perusahaan di pasar global.Sementara itu, Wakil Presiden LG Chem Nam Jae, yang hadir dalam upacara penandatanganan itu, mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk memanfaatkan keahlian teknis Huayou dan basis pelanggan global LG Chem terkait bahan katode guna menjadikan pabrik prekursor di Indonesia dan pabrik baterai isi ulang FLP di Maroko itu sebagai pabrik paling kompetitif di dunia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakar ingatkan pelaku usaha Indonesia lakukan riset pasar sebelum ekspansi ke pasar global
Indonesia
•
08 Dec 2024

Pejabat Kemendag RI sebut kerja sama dengan China sangat penting bagi ASEAN
Indonesia
•
25 Sep 2024

Presiden luncurkan perangko seri vaksinasi COVID-19
Indonesia
•
26 Feb 2021

Indonesia dorong kerja sama lebih kuat dengan china di industri AI
Indonesia
•
05 Dec 2025


Berita Terbaru

China-Indonesia perkuat diplomasi parlemen, kerja sama substantif jadi sasaran
Indonesia
•
21 Sep 2026

Pemerintah siapkan produksi E20 dalam dua tahun, tebu jadi sumber etanol
Indonesia
•
20 Sep 2026

ADB setujui 11,51 triliun rupiah untuk indonesia, fokus pada fiskal, digitalisasi, dan layanan publik
Indonesia
•
19 Sep 2026

Kemnaker bekali penyandang disabilitas keterampilan membuat jus sehat
Indonesia
•
18 Sep 2026
