
Pabrikan China tancap gas di Indonesia, produksi lokal tembus hampir 28.000 unit

Foto dokumentasi ini menunjukkan mobil Changan yang terpilih sebagai kendaraan resmi dalam penyelenggaraan Java Jazz Festival 2026 yang berlangsung pada 29-31 Mei di Tangerang, Provinsi Banten. (Xinhua)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Volume produksi lokal mobil-mobil merek China di Indonesia meningkat dua kali lipat pada periode Januari-April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tak hanya menjaga harga tetap kompetitif, sejumlah pengamat menilai perakitan lokal ini sebagai bukti keseriusan pabrikan asal China terhadap layanan purnajual bagi konsumen Indonesia.
Berdasarkan data yang dihimpun dalam laporan terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume produksi kumulatif merek-merek China pada periode empat bulan pertama tahun ini mencapai 27.939 unit, melonjak 99,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang sebanyak 13.991 unit.
Dengan realisasi tersebut, produsen otomotif China yang mayoritas merakit mobil listrik ini telah berkontribusi sekitar 6,9 persen terhadap produksi mobil nasional, meningkat dari tahun lalu yang sebesar 3,8 persen.
Pertumbuhan dua kali lipat yang dicatat oleh merek-merek China ini juga lebih tinggi dibandingkan kenaikan 9,5 persen pada produksi mobil secara keseluruhan yang tercatat pada periode tersebut.
Pengamat industri otomotif sekaligus akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai produksi lokal oleh merek-merek China ini merupakan strategi untuk mempertahankan harga jual unit di pasar domestik yang lebih kompetitif seiring berakhirnya sejumlah insentif pemerintah terhadap impor mobil utuh, khususnya kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Dengan lokalisasi produksi yang mendorong harga kendaraan menjadi lebih kompetitif, kehadiran merek-merek asal China ini dinilai telah berkontribusi membuat struktur industri otomotif Indonesia menjadi "lebih cair" dengan mengurangi dominasi tunggal merek-merek asal Jepang selama puluhan tahun.
"Aktivitas perakitan lokal ini juga krusial untuk memberikan bukti komitmen korporasi yang mereduksi ketidakpastian konsumen atas kelangsungan layanan purnajual jangka panjang," kata Yannes kepada Xinhua.
Pertumbuhan impresif perakitan lokal oleh pabrikan China tahun ini terutama didorong oleh merek-merek pendatang baru seperti Jaecoo dan Geely. Meski kedua merek ini baru memulai debutnya di Indonesia pada awal 2025 lalu, Jaecoo telah merakit lebih dari 11.000 unit kendaraan secara lokal, sementara produksi lokal Geely telah mendekati 5.000 unit pada Januari-April 2026.
Di samping kedua merek tersebut, merek populer China lainnya seperti Wuling dan Chery juga telah merakit secara lokal ribuan kendaraan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ekspor-impor topang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022
Indonesia
•
24 Nov 2021

Jelajahi dunia bisnis, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia akan luncurkan program ‘KPMI Goes to Industry’
Indonesia
•
12 Sep 2024

Sekitar 1,7 miliar penduduk dunia belum punya akses ke sektor keuangan
Indonesia
•
24 Dec 2021

Naiknya tingkat pengangguran diperkirakan menambah ketidakpastian dalam pemilu paruh waktu AS
Indonesia
•
19 Dec 2025


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
