Perusahaan kertas APP Indonesia jadi mitra Pameran Impor Internasional China

Foto dokumentasi ini menunjukkan pemandangan sebuah lokasi proyek yang diinvestasikan oleh Asia Pulp & Paper Co., Ltd. (APP) di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua)
Pameran Impor Internasional China edisi tahun ini tidak hanya akan menampilkan pencapaian Sinar Mas Group dalam pembangunan Sabuk dan Jalur Sutra, tetapi juga mengintegrasikan unsur-unsur Indonesia ke dalam stan tersebut, menunjukkan baik keunikan Indonesia maupun ciri khas China.
Shanghai, China (Xinhua) – Menyambut penyelenggaraan Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) keenam yang akan datang, Zhai Jingli, wakil CEO perusahaan kertas Asia Pulp & Paper Co., Ltd. (APP) China, yang merupakan bagian dari Sinar Mas Group Indonesia, mengatakan kepada Xinhua dalam sebuah wawancara eksklusif bahwa sebagai mitra kuat dari pameran tersebut, APP berharap dapat terus berbagi sumber daya dan mengembangkan hasil yang saling menguntungkan dengan mitra-mitra global melalui wadah ini."China menunjukkan sikap yang semakin terbuka melalui pameran ini, yang membuat kami semakin percaya diri," kata Zhai.Sinar Mas Group didirikan pada 1938 oleh Eka Tjipta Widjaja, dan perusahaan pulp dan kertasnya, APP, resmi memasuki pasar China pada 1992. Hingga akhir 2022, total aset Sinar Mas Group di China mencapai 244,5 miliar yuan.Sejak CIIE pertama kali diselenggarakan di China pada 2018, APP telah menjadi partisipan yang aktif dan penerima manfaat. Dalam lima edisi CIIE sebelumnya, APP mengantongi lebih dari 600 juta dolar AS dalam bentuk pesanan intensi.Pada CIIE keenam ini, APP akan berfokus pada tema menciptakan masa depan berkualitas yang didorong oleh konsep ramah lingkungan dan menampilkan konsep pembangunan berkelanjutan serta produk-produk inovatifnya.Menurut Zhai, selain produk knockout yang telah disempurnakan yaitu Foopak Bio Natura, Foopak non-fluoro dan Arcadia 2000 Cast Coated juga akan ditampilkan dalam pameran tahun ini. Pada saat yang sama, sistem nilai hijau yang baru disempurnakan, APP Green, rencananya akan diluncurkan pada CIIE keenam, memberikan spesifikasi peningkatan dan standar yang lebih tinggi untuk transformasi ramah lingkungan dalam industri ini.Zhai mengatakan bahwa dalam tiga tahun terakhir, ekonomi global menghadapi berbagai ujian seperti pandemi, dan meningkatnya tekanan terhadap ekonomi juga memunculkan tantangan siklus bagi banyak perusahaan. "Dalam konteks ini, China bersikukuh untuk memperdalam reformasi, memperluas keterbukaan, dan terus memainkan peran sebagai penstabil dan sumber kekuatan ekonomi dunia, sehingga kami selalu mempertahankan keyakinan investasi," katanya.
Foto yang diabadikan pada 31 Oktober 2023 ini menunjukkan sebuah logo Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) keenam yang akan digelar di Shanghai, China timur. (Xinhua/Wang Xiang)
Foto yang diabadikan pada 31 Oktober 2023 ini menunjukkan Pusat Pameran dan Konvensi Nasional Shanghai, venue untuk Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) keenam yang akan digelar di Shanghai, China timur. (Xinhua/Wang Xiang)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Wawancara – Pulau Lombok nantikan lebih banyak investasi China
Indonesia
•
16 Dec 2024

Indonesia-Arab Saudi bahas rencana kerja sama bidang perubahan iklim
Indonesia
•
05 Apr 2022

Dubes harap pendidikan kuatkan hubungan Indonesia-Armenia
Indonesia
•
05 Oct 2019

Musala Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo ambruk, puluhan santri terjebak di reruntuhan
Indonesia
•
01 Oct 2025
Berita Terbaru

Fokus Berita – Lembaga konservasi minta dilibatkan dalam pembuatan peraturan oleh pemerintah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature - Napas budaya Mahasiswa Indonesia di Singapura
Indonesia
•
27 Jan 2026

Kajian ilmiah – Dr. Syafiq Riza Basalamah bedah urgensi akhlak dan kekuatan doa di CONNECT 2026
Indonesia
•
26 Jan 2026

Tantangan zaman makin kompleks, CONNECT 2026 hadirkan 'event' dakwah perspektif global
Indonesia
•
24 Jan 2026
