
Bahan kimia dengan potensi bahaya ditemukan dalam darah warga Tokyo

Para pejalan kaki melintasi jalan di Tokyo, Jepang, pada 15 November 2022. (Xinhua/Sun Jialin)
Pangkalan militer Amerika Serikat, yakni Pangkalan Udara Yokota yang merupakan instalasi Angkatan Udara AS di daerah Tama di Tokyo barat, kemungkinan telah mengontaminasi pasokan air lokal.
Tokyo, Jepang (Xinhua) – Sebuah kelompok masyarakat Tokyo mengatakan telah mendeteksi konsentrasi tinggi zat yang memiliki potensi bahaya yang dikenal sebagai PFAS dalam sampel darah beberapa penduduk di wilayah barat ibu kota Jepang itu, demikian dilaporkan oleh media setempat. Hal ini mengindikasikan kontaminasi pasokan air lokal yang kemungkinan berkaitan dengan aktivitas pangkalan militer Amerika Serikat (AS).Kelompok sipil tersebut pada Senin (30/1) mengatakan kepada wartawan bahwa PFAS, atau zat perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl, ditemukan dalam busa pemadam kebakaran yang digunakan di pangkalan militer AS, tetapi belum jelas apakah kontaminasi itu memiliki kaitan dengan Pangkalan Udara Yokota, instalasi Angkatan Udara AS yang berlokasi di daerah Tama di Tokyo barat, menurut laporan Kyodo News.Namun demikian, Koji Harada, lektor kepala jurusan kesehatan masyarakat di Universitas Kyoto yang memimpin upaya pengujian tersebut, mengatakan konsentrasi PFAS yang ditemukan tersebut seharusnya tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius, sebut laporan itu.PFAS adalah istilah umum untuk sekelompok bahan kimia artifisial, seperti PFOS, atau perfluorooctane sulfonate, dan PFOA, atau perfluorooctanoate.
Sejumlah orang meneriakkan slogan-slogan yang menentang keputusan pengadilan tinggi di luar gedung pengadilan tinggi Jepang di Tokyo, Jepang, pada 20 Desember 2016. (Xinhua/Ma Ping)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Al-Sudais tekankan pentingnya merawat Ka'bah berdasarkan prinsip Islam
Indonesia
•
12 Dec 2023

China luncurkan inisiatif untuk tingkatkan lapangan kerja bagi lulusan universitas
Indonesia
•
06 Dec 2023

COVID-19 – Vaksinasi massal dengan EpiVacCorona di Rusia dimulai 2021
Indonesia
•
28 Nov 2020

Tempe semakin populer di Afrika Selatan
Indonesia
•
01 Oct 2020


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
