
PBB sebut target untuk akhiri AIDS pada 2030 "sangat keluar jalur"

Presiden Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Csaba Korosi (kedua dari kanan) berbicara pada pertemuan khusus Majelis Umum untuk memperingati Hari Solidaritas Internasional Bersama Rakyat Palestina di markas besar PBB di New York pada 29 November 2022. (Xinhua/UN Photo/Mark Garten)
Target untuk mengakhiri AIDS pada 2030 sudah sangat keluar jalur, dengan "ketidaksetaraan, diskriminasi, dan pengabaian hak asasi manusia telah menghambat kemajuan kita," kata Presiden Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Csaba Korosi dalam sebuah pesan untuk memperingati Hari AIDS Sedunia, yang jatuh pada 1 Desember.
PBB (Xinhua) – Presiden Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Csaba Korosi pada Rabu (30/11) menyerukan dilakukannya aksi di saat target untuk mengakhiri AIDS pada 2030 "sudah sangat keluar jalur."Dalam sebuah pesan untuk memperingati Hari AIDS Sedunia, yang jatuh pada 1 Desember, Korosi mengatakan target untuk mengakhiri AIDS pada 2030 sudah sangat keluar jalur, dengan "ketidaksetaraan, diskriminasi, dan pengabaian hak asasi manusia telah menghambat kemajuan kita.""Kita harus mengatasi tantangan-tantangan yang telah menjadikan HIV/AIDS sebagai krisis kesehatan global selama lebih dari 40 tahun," katanya.Terdapat jalur berbasis sains yang dapat diambil untuk mengakhiri AIDS, tetapi sayangnya tidak semua pihak dapat mengakses jalur itu, lanjut Korosi.Jika masyarakat internasional bertindak, 3,6 juta kasus baru infeksi HIV dan 1,7 juta kematian yang berkaitan dengan AIDS akan dapat dicegah dalam 10 tahun ini, tuturnya.Deklarasi Politik 2021 Sidang Majelis Umum PBB tentang AIDS memuat komitmen dan target global untuk 2025 yang ambisius, tetapi memungkinkan untuk dicapai oleh pemerintah dan masyarakat, papar Korosi, seraya menyerukan kepada semua negara anggota dan pemangku kepentingan untuk membarui kembali komitmen politik dan keuangan mereka guna mengakhiri AIDS."Kita harus memastikan akses universal ke layanan berbasis bukti, seperti pengujian dan perawatan, serta kerja sama global yang berkaitan dengan teknologi-teknologi baru," menurut presiden sidang majelis umum PBB itu.Solidaritas internasional dalam bentuk pendanaan berkelanjutan juga sangat dibutuhkan. Jika sejumlah upaya dilakukan untuk mewujudkan kesetaraan, dunia akan kembali ke jalurnya untuk tidak meninggalkan satu orang pun, sebut Korosi. "Krisis AIDS sudah memiliki solusi-solusi berbasis sains, solidaritas, dan keberlanjutan. Saya mengajak semua orang untuk bergabung dan mengambil tindakan."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Gunung Kilimanjaro di Tanzania dilanda kebakaran
Indonesia
•
23 Oct 2022

Feature – Warga Gaza jalani bulan Ramadhan penuh penderitaan di tengah blokade bantuan oleh Israel
Indonesia
•
12 Mar 2025

Sesame Street tampilkan karakter Asia lewat arti Korea Ji-Young
Indonesia
•
15 Nov 2021

Laporan OHCHR sebut 70 persen korban tewas di Gaza adalah perempuan dan anak-anak
Indonesia
•
11 Nov 2024


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
