
Cendekiawan: Pembuangan air limbah nuklir Jepang "pengkhianatan" terhadap kepercayaan Pasifik

Foto yang diabadikan pada 22 Agustus 2023 ini memperlihatkan papan peringatan di kawasan pantai Tsurishihama di Kota Shinchi, Prefektur Fukushima, Jepang. Jepang mulai membuang air limbah terkontaminasi nuklir dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang lumpuh ke Samudra Pasifik pada Kamis (24/8). (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Pembuangan air limbah nuklir ke laut oleh Jepang bukan hanya akan menjadi kesalahan kebijakan, melainkan juga meretakkan kepercayaan mendalam antara Kepulauan Pasifik dan negara di Asia Timur tersebut.
Sydney, Australia (Xinhua) – Keputusan Jepang untuk membuang air limbah yang terkontaminasi nuklir ke laut bukan hanya akan menjadi kesalahan kebijakan, melainkan juga retaknya kepercayaan mendalam antara Kepulauan Pasifik dan Jepang, demikian menurut seorang cendekiawan pada Senin (28/8).Perairan ini tidak hanya entitas geografis, tetapi juga urat nadi Kepulauan Pasifik, yang menopang budaya, mata pencaharian, dan ekosistem, kata Transform Aqorau, wakil rektor Universitas Nasional Kepulauan Solomon, dalam sebuah artikel yang dipublikasikan di situs web Pacific Islands News Association.Di luar implikasi ekonomi langsung, konsekuensi politik mendalam dari keputusan Jepang itu juga harus diakui, ujarnya."Pada saat Jepang sedang berupaya mendekati Kepulauan Pasifik, terutama karena meningkatnya persaingan geopolitik di kawasan tersebut, langkah ini justru menjadi suatu kontradiksi yang mencolok terhadap upaya diplomatik mereka."Keputusan Jepang tersebut, terlepas dari label "daur ulang" mereka, mengirimkan pesan yang jelas tentang bagaimana Jepang menghargai hubungan ini dalam skema kepentingan nasional yang lebih luas dan menimbulkan pertanyaan tentang keseriusan komitmen Jepang terhadap negara-negara tetangganya di Pasifik, ujar Aqorau.Pembuangan air limbah nuklir ini bukan hanya menyangkut "masalah lingkungan", melainkan juga "rusaknya kepercayaan dan hubungan persahabatan," ungkap Aqorau, seraya menuturkan bahwa dampaknya mungkin akan terus terasa bertahun-tahun ke depan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

CENTCOM umumkan personel militer ke-7 AS yang tewas dalam serangan AS-Israel ke Iran
Indonesia
•
09 Mar 2026

Tentara AS di Korsel terciduk selundupkan dan edarkan narkoba
Indonesia
•
08 Aug 2023

Arab Saudi cabut larangan perjalanan sementara
Indonesia
•
04 Jan 2021

Kepala Pentagon sebut militer AS "sulit temukan kapal untuk diserang saat ini" di Karibia
Indonesia
•
03 Dec 2025


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
